Benarkah, Facebook Nunggak Pajak 3 Triliun ??

259 views

Kita telah tahu mengenai persoalan yang tengah dihadapi oleh perusahaan teknologi Google berkaitan dengan jumlah tunggakan pajak sepanjang beroperasi di Indonesia. Serta kesempatan ini, giliran perusahaan Over The Top (OTT), sosial media Facebook yang akan dikejar oleh Direktorat Jenderal Pajak untuk masalah yang sama.

Pajak Facebook

Beritanya jumlah tunggakan pajak Facebook sepanjang beroperasi di Indonesia mencapai Rp 3 triliun. Angka ini sangatlah besar, apalagi di tengah kondisi ekonomi Indonesia saat ini

Perundingan Dengan Pemerintah Indonesia

Di sampaikan oleh Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jakarta Spesial, Muhammad Haniv, menyebutkan kalau sampai sekarang ini berkaitan dengan masalah pajak perusahaan Facebook di Indonesia masih tetap dalam step perundingan. Dalam step ini, langkah yang sudah ditempuh oleh Dirjen pajak yaitu dengan kirim surat resmi pada pengelola Facebook yang ada di Irlandia.

Dalam surat itu, terdaftar keinginan dari Dirjen pajak untuk lakukan diskusi berkaitan dengan tunggakan pajak. Diluar itu, hal-hal lain yang menginginkan digali yaitu berkaitan dengan kebutuhan usaha Facebook yang sudah memiliki kantor perwakilan di Indonesia itu.

Artikel lain : Target Line Kuasai Tren Media Sosial Paska Go Public

Sesudah dihitung kembali, dari info Muhammad Haniv diperoleh kalau jumlah besaran pajak tertunggak perusahaan Facebook di Indonesia dapat meraih 2 sampai Rp3 triliun. Angka itu telah termasuk juga denda keterlambatan pembayaran yang memanglah baru diangkat mendekati tutup th. 2016.

Facebook Di Indonesia 

Tentang service sosial media Facebook sendiri, sesungguhnya telah cukup lama bisa dibuka oleh orang-orang Indonesia. Tetapi baru pada pertengahan th. 2014 lantas, pengembang pusat Facebook membangun kantor perwakilan spesial di Indonesia. Kantor perwakilan itu terdapat di lokasi Mall Pacific Place, Sudirman Central business district (SCBD), Jakarta Selatan.

Saat di konfirmasi pada staf yang ada di kantor perwakilan Facebook Indonesia, Yunita Purnamasari sebagai juru bicara external Facebook masihlah malas memberi info resmi berkaitan dengan masalah penunggakan pajak.

Tetapi, lihat langkah yang sudah ditempuh oleh Dirjen Pajak dan sistem penarikan pajak yang sudah dikerjakan pada perusahaan Google, kemungkinan besar perusahaan Facebook akan selekasnya lakukan pertemuan untuk mencari titik temu.

Google Jadi Pelajaran Bagi Departemen Pajak

Perusahaan Google, terlebih dulu Google memanglah pernah bersikeras tidak untuk ingin membayar tunggakan pajak sepanjang beroperasi di Indonesia. Argumen paling besar dari Google tidak untuk membayar pajak itu yaitu, lantaran mempunyai kantor pusat di negara lain yaitu Singapura.

Tetapi sesudah sistem diskusi yang alot bahkan juga desakan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani yang memanglah di kenal memiliki segudang pengalaman internasional, pada akhirnya perwakilan Google luluh serta menyepakati keinginan pajak yang diserahkan.

Argumen lain, dari ketentuan Google mengiyakan penarikan pajak yaitu lantaran ada pengurangan besaran pajak. Dari mulanya diprediksikan negara dapat menyedot pajak sebesar Rp5 triliun dari Google, pada akhirnya yang disetujui cuma 73 juta dollar atau setara dengan Rp988 miliar. Angka perjanjian itu didapat, mengingat posisi Google yang baru pertama kalinya dipakai pajak di Indonesia.

Dalam berita paling akhir, dimaksud kalau Google masihlah membutuhkan saat untuk merampungkan tunggakan pajak yang sudah di setujui. Tetapi Dirjen Pajak menanggung, hal itu telah bakal rampung sebelumnya tutup th. 2016.

Baca juga : Berapa Penghasilan Youtube Tahun Ini ?

“Dipertimbangkan sebagai pengampunan pajak untuk Google, ” kata Haniv.

Hal itu pastinya jadi tandanya positif untuk pemenuhan pajak perusahaan asing di Indonesia. Lantaran bila semuanya sistem yang sekarang ini tengah digerakkan bisa berjalan dengan baik, jadi ke depan potensi untuk memperoleh pajak juga makin besar dari perusahaan tehnologi asing yang lain.

Beritanya Dirjen Pajak telah membidik beberapa perusahaan OTT asing, seperti Twitter, Apple dan Yahoo. Terkecuali untuk tingkatkan penambahan pendapatan negara, nanti pendapatan pajak OTT asing juga dapat menghimpit defisit biaya sampai 3%. sumber: tempo/maxmanroe

Shares
/

Bisnis Facebook Info Teknologi Pajak Facebook

Posting Terkait