60 Juta IMEI Ponsel Akan Di Tertipkan Pemerintah Indonesia

5

60 Juta IMEI Ponsel Akan Di Tertipkan Pemerintah Indonesia, Peraturan Program Aplikasi Validasi database nomor identifikasi nyata ponsel. (International Mobile Equipment Identity / IMEI) saat ini sedang diselesaikan. Tujuan dari peraturan ini adalah untuk melindungi industri dan konsumen di Indonesia.

Kementerian Perindustrian telah menyelesaikan rancangan Peraturan tersebut dengan Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Kementerian Perdagangan. Sasarannya adalah bahwa ketiga aturan pelayanan ini ditetapkan untuk 17 Agustus 2019.

“Oleh karena itu, momentum pada 17 Agustus 2019 adalah tonggak untuk penandatanganan tiga kementerian terkait dengan peraturan peraturan IMEI untuk peluncuran ponsel pasar gelap,” kata Janu Suryanto, direktur Kementerian Elektronik dan Telematika, dalam sebuah pernyataan. dari laman detikinet.

Menurut Zanu, sistem regulasi IMEI sangat penting untuk melindungi industri dan konsumen negara itu. Untuk alasan ini, perlu untuk mengidentifikasi, mendaftar dan memblokir perangkat telekomunikasi seluler yang tidak memenuhi persyaratan.

“Oleh karena itu, ini dapat melindungi industri ponsel dari persaingan tidak adil sebagai akibat dari mata uang ilegal. Selain itu, ini mengurangi tingkat kejahatan pencurian dan melindungi penggunanya,” katanya.

Peraturan IMEI bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan telekomunikasi seluler dan menghapus pasar gelap seluler dari pasar untuk meningkatkan efisiensi pajak pemerintah.

Pengendalian IMEI DI Indonesia

“Dalam upaya mendukung program pengendalian IMEI, manajemen data IMEI memerlukan peraturan. Pemerintah berhati-hati dengan aturan Sistem Informasi Pendaftaran Identitas Nasional (SIRINA). Tentang penggunaan data EI dan data IMEI terkait, ”jelas Janu.

Janu mengatakan sistem kontrol IMEI memproses database IMEI yang diperoleh dari berbagai pemangku kepentingan. Ini harus diproses dan informasi yang dihasilkan dalam daftar IMEI yang valid berdasarkan ketentuan hukum yang berlaku.

“Daftar IMEI yang valid dapat digunakan oleh lembaga pemerintah terkait untuk merumuskan kebijakan sesuai dengan mandat mereka,” katanya. Saat ini, Server Sistem Database IMEI atau SYRINA diinstal dan dilatih untuk Manajer di PUSDATIN, Departemen Perindustrian.

Industri seluler dalam negeri telah melihat pertumbuhan pesat dalam produksi selama lima tahun terakhir. Ini tidak terlepas dari upaya pemerintah untuk mempromosikan pengembangan telekomunikasi dan informasi (telematika).

Baca Lainya:   Amazon Game Studios, Pecat Banyak Developer Games

“Peningkatan produksi ponsel di Indonesia memiliki nilai lebih besar karena lingkungan bisnis yang menguntungkan dan kebijakan yang lebih rendah dan optimalisasi komponen lokal,” Menteri Perindustrian Airlanga Hartarto mengatakan dalam sebuah pernyataan.

60 Juta Ponsel di Indonsia

Menurut Kementerian Perindustrian, impor ponsel mencapai 62 juta unit pada 2013, senilai $ 3 miliar. Sementara itu, produksi dalam negeri untuk dua merek lokal adalah sekitar 105 ribu. Akhirnya, pemerintah bertujuan mengurangi produk impor dan merangsang produsen dalam negeri.

Akibatnya, pada 2014, impor ponsel turun menjadi 60 juta unit dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri naik signifikan menjadi 5,7 juta unit.

Kemudian, pada 2015, produk impor turun 40 persen dari tahun sebelumnya menjadi $ 2,3 miliar untuk 37 juta unit. Sementara itu, produksi ponsel dalam negeri telah meningkat 700 persen sejak 2014 menjadi 23 juta merek lokal dan internasional, naik dari 50 juta unit.

Pada 2016, produk ponsel impor turun hampir 36 persen dari tahun sebelumnya menjadi $ 775 juta, turun menjadi 18,5 juta unit. Untuk ponsel, produksi dalam negeri telah meningkat 36 persen menjadi 68 juta unit dari 2015.

“Dan, pada 2017, impor ponsel turun menjadi 11,4 juta unit, sementara produksi ponsel domestik adalah 60,5 juta unit untuk 34 merek, di mana sebelas adalah merek lokal,” kata menteri industri.

Sebelas merek lokal, yaitu SPC, Evercas, Elevate, Advance, Luna, Andromax, Polytron, Mito, Aldo, Axio dan Xirex. Produk nasional ini memiliki branding yang kuat untuk pasar kelas menengah ke bawah

“Sebagai bangsa Indonesia, kita harus bangga dengan produk seluler yang dihasilkan industri dalam negeri,” kata AirLanga.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.