Mata Uang Digital Indonesia, BI Mulai Merumuskanya!

- Advertisement -

Mata Uang Digital Indonesia, Bank Indonesia saat ini sedang merumuskan pembuatan mata uang digital atau Central Bank Digital Currency (CBDC) jika diperlukan. “Jadi kita lihat saja kondisi ekonomi dan konteks digitalisasi yang dimotori oleh Bank Indonesia,” seperti dikutip dari akun resmi Instagram @bank_indonesia, Minggu, 30 Mei 2021.

CBDC rupiah merupakan representasi dari uang digital yang merupakan simbol kedaulatan negara atau mata uang berdaulat yang dikeluarkan oleh bank sentral dan menjadi bagian dari kewajiban moneternya.

Bentuk Mata Uang Digital Indonesia

Mata Uang Digital Indonesia
Ilustrasi Mata Uang Digital Indonesia
- Advertisement -

Dengan uang digital, CBDC akan diterbitkan dan dikendalikan oleh bank sentral. Dengan begitu, pasokan bisa ditambah atau dikurangi oleh BI untuk mencapai tujuan ekonomi. BI saat ini telah melakukan kajian CBDC Rupiah untuk melihat potensi dan manfaat mata uang digital. Kajian yang dilakukan meliputi desain, teknologi dan mitigasi risiko.

Dalam penilaian tersebut, Bank Indonesia berkoordinasi dengan bank sentral lainnya, termasuk melalui forum internasional. Hal ini dilakukan untuk lebih memperdalam kajian tentang penerbitan mata uang digital atau CBDC Rupiah.

Rencana penerbitan CBDC Rupiah oleh BI setidaknya didasarkan pada tiga pertimbangan. Ketiga hal tersebut adalah: sebagai alat pembayaran yang sah di Indonesia, mendukung pelaksanaan kebijakan moneter, makroprudensial dan sistem pembayaran, serta menghadirkan pilihan alat pembayaran berbasis teknologi.

CBDC Rupiah

Dalam hal ini, BI menekankan bahwa CBDC Rupiah perlu dibentengi dengan firewall untuk menghindari serangan siber yang bersifat preventif dan juga penyelesaian. “Nantinya, desain dan sistem keamanannya harus disiapkan dengan baik sebelum uang Rupiah digital akhirnya bisa digunakan oleh masyarakat.”Lalu apa perbedaan antara CBDC Rupiah dengan uang elektronik?

BI menjelaskan, CBDC Rupiah adalah uang digital yang diterbitkan oleh bank sentral. Artinya, ada kewajiban bank sentral kepada pemegang uang.

- Advertisement -

Sedangkan uang elektronik adalah alat pembayaran yang dikeluarkan oleh pihak swasta atau industri. Penerbit uang elektroniklah yang akan memiliki kewajiban kepada pemegangnya.

Hingga saat ini, BI telah memastikan bahwa mata uang yang sah untuk bertransaksi sesuai dengan Undang-Undang di Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah Rupiah. Ini berlaku untuk transaksi tunai dan tunai.

[the_ad id=”3376″]

Baca juga: Pengertian Apa Trading Forex

Sementara itu, ekonom dari Center for Reform on Economics (CORE) menilai BI harus memetakan potensi risiko sebelum merilis CBDC. “Meneliti seberapa besar risiko dibalik transaksi mata uang digital ini, karena saya yakin masyarakat masih sangat familiar dengan mata uang digital ini,” ujarnya saat dihubungi akhir pekan lalu.

Meski risiko mata uang digital masih abu-abu, menurut dia, pertimbangan tersebut harus dipelajari secara mendalam oleh BI termasuk risiko yang akan ditimbulkan oleh infrastruktur teknologi digital. “Apa resikonya ketika jaringan digital di suatu daerah mati, apakah nilai transaksinya hilang atau bagaimana ini harus disiapkan.”

Oleh karena itu, dia menyarankan BI memperkuat koordinasi dengan pemangku kepentingan terkait seperti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan operator telekomunikasi untuk memastikan pemerataan infrastruktur teknologi digital.

BI, kata Yusuf, juga perlu berkoordinasi dengan industri keuangan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang pengawasan mata uang digital dan Kementerian Keuangan tentang penerapan uang digital. “Terkait kesiapan mereka dalam melakukan monitoring apakah ada regulasi yang perlu ditambah. Itu perlu dibicarakan dengan OJK,” ujarnya.

Sumber: https://bisnis.tempo.co/read/1467362/bi-rumuskan-pembuatan-uang-digital-seperti-apa-bentuknya/full&view=ok

- Advertisement -
Jangan Lupa Baca Bismillah

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.