Mana yang Lebih Baik? Digital Marketing VS Traditional Marketing

16

Digital Marketing VS Traditional Marketing, Ketika dihadapkan dengan pilihan untuk melakukan pemasaran produk, tentu saja Anda mencari medium terbaik sehingga teknik yang bisa dilakukan untuk mencapai target dengan benar.

Mulai dari beriklan di papan iklan, surat kabar, radio, dan TV sering dilakukan untuk mencapai target sebanyak mungkin. Namun, kini muncul istilah pemasaran digital atau “pemasaran digital” sehingga teknik pemasaran yang tidak dilakukan dengan cara on line dijuluki sebagai pemasaran tradisional. Berikut ini adalah perbedaan di antara keduanya.

TOC:

Pemasaran Digital

Pemasaran digital atau pemasaran digital adalah upaya memasarkan produk melalui jaringan internet (on line). Seiring perkembangan teknologi, semakin banyak perusahaan yang menggunakannya pemasaran digital sebagai strategi yang digunakan untuk memasarkan produk mereka. Beberapa contoh medium termasuk dalam teknik ini pemasaran digital aku s situs web, media sosial, iklan online, dan email Pemasaran.

Keuntungan memasarkan produk melalui pemasaran digital lebih personal karena iklan atau pesan yang dipasarkan langsung tentang target yang telah ditentukan, yaitu pengguna internet.

Selain itu, pemasar dapat lebih mudah menghitung seberapa akurat media yang digunakan dalam memasarkan produk. Kelebihan lainnya, pemasaran digital menawarkan biaya yang lebih terjangkau, misalnya Facebook yang menawarkan CPM (Biaya Per Ribu Tayangan) termurah di seluruh iklan.

Namun, ada beberapa kelemahannya pemasaran digital. Pertama, target pasar haruslah orang-orang yang paham teknologi dan aktif di media sosial, karena jika mereka tidak menggunakan teknologi, produk yang diiklankan tidak akan berguna. Selain itu, beberapa pengguna internet biasanya merasa terganggu dengan penampilan iklan ketika mereka mengakses media sosial seperti YouTube, oleh karena itu, buat iklan yang menarik dan menarik, seperti Iklan YouTube Gojek atau Media sosial Netflix yang merilis konten serial lucu atau film yang mengudara di Netflix.

Pemasaran Tradisional

Seperti namanya, teknik pemasaran Ini menggunakan metode “tradisional” yang biasanya menggunakan media cetak seperti papan iklan, spanduk, pamflet, atau koran. Seiring dengan perkembangan zaman, pemasaran tradisional mulai merambah ke dunia elektronik, seperti radio dan TV. Meskipun itu disebut tradisional, namun pemasaran tradisional jangan selalu menggunakan metode bertele-tele dan tidak efektif.

Baca Lainya:   Kini Saatnya Konvensional Mulai ke Usaha digital

Pemasaran tradisional, tentu saja masih memiliki beberapa keunggulan, termasuk cakupan target yang luas dan mudah dipahami khalayak, tidak seperti pemasaran digital yang terkadang membingungkan pengguna baru di internet karena sering muncul dalam formulir muncul tiba-tiba.

Selain itu, jika dilakukan dengan benar dengan cara yang kreatif, dampaknya bisa lebih menarik daripada pemasaran digital. Beberapa contohnya adalah papan iklan NüTea (Jakarta, Indonesia) dan papan iklan digital di Piccadilly, London, yang beriklan British Airways.

Nu Tea - Permintaan Maaf
Sumber gambar: citrapariwara.org

Namun, ada beberapa kelemahannya pemasaran tradisional yang membuat pemasaran digital lebih unggul, yaitu target yang tidak dapat diatasi secara pribadi, karena iklan yang ditampilkan dapat dilihat oleh semua orang, seperti papan iklan atau koran.

Maka ketidakmampuan untuk berinteraksi langsung dengan audiens target juga menjadi kendala, karena tidak suka pemasaran digital itu bisa hadir chatbot di situs web atau admin yang mengelola akun media sosial, iklan yang disajikan dalam media cetak dan elektronik hanya memberikan pesan searah yang tidak dapat langsung ditanggapi oleh audiens.

Plus, biaya yang dikeluarkan juga mungkin jauh lebih tinggi daripada pemasaran digital, terutama jika Anda harus mencetak pamflet, papan iklan, dan spanduk, atau menempatkan iklan di media massa.

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan untuk membantu Anda memilih teknik yang digunakan dalam pemasaran produk:

Produk dipasarkan

Sekarang sebelum mulai melakukan pemasaran, Anda harus terlebih dahulu memahami produk apa yang akan dipasarkan. Perkirakan bagaimana produk akan dipasarkan nanti. Setelah itu, tentukan arah pemasaran produk Anda.

Sasaran pasar

Setelah memahami produk yang akan dipasarkan, Anda juga harus memahami target pasar produk Anda. Tentukan demografi konsumen potensial dari produk yang akan Anda pasarkan.

Anda harus menggunakan teknik pemasaran tradisional jika target pasar Anda adalah orang tua yang membutuhkan popok celana, misalnya dengan memasang iklan di program TV yang ditonton oleh orang tua.

Anggaran

Lakukan perhitungan untuk menentukan media apa yang paling efektif dalam pemasaran. Biasanya, produk pemasaran menggunakan teknik pemasaran tradisional akan lebih mahal, karena area untuk menampilkan iklan seperti koran atau papan iklan hanya tersedia dalam jumlah terbatas sehingga tidak banyak produk yang bisa dipasarkan.

Baca Lainya:   BC Tutup, WP Alternatif Terbaik Adobe Business Catalyst?

Psikologi konsumen

Faktor ini biasanya lebih banyak diterapkan di dunia digital yang hanya bisa diakses menggunakan internet. Karena psikologi konsumen seperti hobi, kebiasaan, atau preferensi gaya hidup hanya dapat diketahui jika pemasar memiliki akses ke internet dan media sosial.

Tetapi setidaknya, Anda harus memahami dasar-dasar psikologi konsumen, seperti remaja biasanya menggunakan Instagram, Twitter, YouTube, atau Tumblr dan pebisnis akan memilih LinkedIn untuk menunjukkan citra profesional mereka.

Kesimpulan

Baik pemasaran digital dan pemasaran tradisional memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing, tergantung pada apa yang Anda butuhkan. Jika Anda ingin melakukan pemasaran yang dapat berinteraksi langsung dengan audiens Anda atau pelanggan potensial, gunakan teknik pemasaran digital, situs web dan media sosial adalah dua media yang disarankan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.