Di Era Digital Bukan Minyak yang Jadi Komoditas Utama, Tapi Data!

0
63
komoditas data
komoditas data

Data Komuditas Utama era Digital: Minyak menjadi komoditas paling berharga di dunia seabad lalu. Namun di era digital saat ini, data menjadi komoditas yang paling dicari dan berharga.

Ini dapat dilihat dalam perbandingan penilaian 500 perusahaan besar pada 2006 dan 2019, di mana sebagian besar dari 10 perusahaan teratas pada 2019 adalah perusahaan yang menjadikan data sebagai fokus utama.

Pada blog ini saya pernah menulis dengan Indonesia Kehilangan Aset Terbesar, yang menjelaskan bahwa Indonesia telah kehilangan aset berharga berupa data. Dari mana data-data kita diambil oleh asing.

Paling sederhana adalah dari Google, Facebook dan media social yang lain, dan juga marketplace luar yang masuk ke Indonesia.

data digital
data digital, image via www.akamai.com

Data Komuditas Utama era Digital

Sebut saja Amazon, yang berada di peringkat teratas dengan penilaian sekitar Rp4.480,1 triliun. Diikuti oleh Apple dengan penilaian sebesar Rp4.395 triliun, Google Rp4.887 triliun, Microsoft Rp3.567 triliun, Visa Rp2.526 triliun, dan Facebook Rp2.257 triliun.

Sementara itu di Indonesia, perusahaan dengan status dekacorn pertama Gojek memiliki penilaian USD 10 miliar atau setara dengan Rp 142 triliun. Ini membuat penilaian Gojek 14 kali lipat dari kapitalisasi pasar maskapai Garuda Indonesia, yang mencapai Rp11,07 triliun. Bos Amazon Salip Bill Gates, Jadi Orang Terkaya Dunia

Pakar keamanan dunia maya dari Pusat Riset Keamanan Sistem Informasi Komunikasi (CISSReC), mengatakan dunia kini memasuki era baru, di mana industri dan bisnis menggunakan peran Artificial Intelligence (AI).

Kemampuan AI digunakan untuk mengolah data sehingga menjadi berharga. Lebih berharga daripada minyak atau mineral lainnya.

“Di era ini, mulai dari profil seseorang, kegiatan, kebiasaan, lokasi, preferensi dan sebagainya dapat dengan mudah dikumpulkan. Data yang dikumpulkan kemudian diproses melalui kemampuan AI sehingga menjadi informasi yang berharga,” kata Pratama dalam keterangannya, Rabu (9/11) / 2019).

Pratama menjelaskan hampir semua aktivitas harian yang dilakukan oleh semua orang adalah penambangan data digital. Data tersebut kemudian ditambang menggunakan internet atau smartphone yang digunakan setiap hari.

“Contoh sederhana adalah pergerakan masyarakat Jakarta yang direkam melalui sistem penentuan posisi global (GPS). Dari catatan ini bisa diketahui lokasi dengan keramaian atau kepadatan tinggi, maka bisa diketahui waktu atau jam sibuk, dan sebagainya. Jadi dari data ini kita bisa menentukan prospek bisnis yang tepat, “kata Pratama.

https://www.liputan6.com/tekno/read/4059254/data-jadi-komoditas-utama-di-era-digital

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.