Ini Bahayanya Media Social Bagi Kesehatan

0
4
bahayanya media social

Bahayanya Media Social: Media sosial memiliki efek buruk pada kesehatan mental. Namun, bagaimana dengan riset spesifik tentang pengaruh media sosial di negara-negara berkembang?

Bersamaan dengan penelitian yang baru diterbitkan dalam International Journal of Mental Health and Addiction, penggunaan media sosial juga berkontribusi untuk memburuknya kesehatan mental di Indonesia.

bahayanya media social

Riset berjudul ‘Alat untuk Membantu atau Membahayakan? Media Sosial daring ini dan Kesehatan Mental Dewasa di Indonesia ditulis oleh Sujarwoto dari Portsmouth- Brawijaya Center untuk Global Health, Population and Policy Universitas Brawijaya Malang, Gindo Tampubolon peneliti dari Global Development Institute di Universitas Manchester di Inggris, dan Adi Seperti Pierewan dari Universitas Negeri Yogyakarta.

Para peneliti menyatakan bahwa tingkat ketimpangan yang tinggi di Indonesia disorot pada media sosial dapat menyebabkan kecemburuan dan kebencian sosial di masyarakat. Orang yang tidak beruntung dapat hanya memiliki gambar di media sosial tentang orang-orang yang lebih bahagia dan hidup lebih positif.

Tingkat ketidaksetaraan di Indonesia telah meningkat dengan cepat sejak tahun 2000-an di samping kondisi ekonomi. Indonesia memiliki kelas tertentu dari konsumen dengan peningkatan daya beli, tetapi sangat kontras dengan kelas-kelas lain yang kurang pendidikan atau sulit menemukan pekerjaan.

Transisi Indonesia ke demokrasi juga terjadi di media sosial tetapi dengan hasil negatif. Hiruk pikuk berita tentang kegagalan pemerintah, korupsi, jumlah kejahatan, kemunculan konflik dan masalah kemiskinan, bisa saja diperbesar di media sosial setiap hari. Kondisi ini hanya memungkinkan sedikit saja bagi penduduk.

Untuk mendapatkan bukti dari kesimpulan ini, para peneliti meninjau Facebook, Twitter, dan chatting, dan menganalisis 22.423 individu di hampir 300 kabupaten di Indonesia.

Facebook adalah media sosial yang sangat populer dengan total 54 juta pengguna individu di Indonesia dan menempati peringkat keempat di dunia.  22 juta pengguna Twitter di Indonesia dan terbesar kelima di dunia. Twitter juga melaporkan bahwa pengguna Indonesia rata-rata menghasilkan 385 “Tweet” per detik.

Ketika penggunaan media sosial semakin lazim, persoalan gangguan mental telah menjadi beban utama negara ini. Berdasarkan data survei Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevalensi individu dengan gangguan mental diperkirakan mencapai 11,8 juta orang.

Terkait dengan Gindo Tampubolon, “Tolong ingat, teknologi juga dapat memiliki efek buruk. Kami ingin pejabat kesehatan serta masyarakat supaya berpikir kreatif tentang bagaimana mengajak orang untuk berhenti dari kegiatan di media sosial yang tidak penting. Jika tidak, ada konsekuensi negatif dari media sosial.” kesehatan. ”

Para peneliti untuk intervensi kesehatan masyarakat dan kebijakan yang menganjurkan penggunaan media sosial online untuk secara bijaksana mencegah peningkatan penyakit mental karena penggunaan yang berlebihan dari media sosial. sumber: surabaya inside