Tetaplah Menulis Para Blogger

702

Saya sering mendengar curhat para blogger. Katanya mereka kini lagi males nulis. Lha, kenapa?

“Sekarang jarang yang mengunjungi blog saya,” ucap Bernie, seorang blogger kelahiran Flores.

Bernie mengaku, biasanya ada sampai ratusan viewer yang mengunjungi blognya. Sekarang, puluhan pengunjung saja sudah bagus. Bahkan kerap sehari tak ada yang mengunjungi blog mereka. Apalagi yang ngasih komentar, juga sepi.

Ia lantas berucap, “Saya kehilangan para pembaca kritis. Teman-teman saya dari Swiss dan Australia sudah tak pernah mengunjungi blog saya.”

Saban hari, Bernie tak penah melewatkan mem-posting tulisan. Kebetulan dia sendiri bekerja sebagai jurnalis di harian lokal di Surabaya. Sejak 1998, Bernie aktif menjadi blogger. Tulisannya banyak direspons pembacanya. Sampai sekarang, data pengunjung blog-nya sudah tembus ratusan ribu lebih.

“Betul. Saya sangat merasakan hal itu tiga bulan terakhir. Jarang sekali yang mengunjungi blog saya, “ timpal Dono, blogger lain yang juga seorang karikaturis tersebut.

“Sekarang saya malas sekali posting,” imbuh lelaki berkacamata minus ini.

Simak Juga Gan  5 Template SEO Friendly Responsive 2016 GRATIS

Baik Bernie maupun Dono, menilai banyak khalayak kini lebih senang memanfaatkan facebook, twitter, dan instagram. Mungkin karena komunikasinya lebih cepat. Makanya agak malas melihat blog-nya. Apa yang dialami Bernie dan Dono ini, bisa jadi dirasakan banyak blogger lain. Ketika blognya jarang disambangi pengujung.

Saya tersenyum saja mendengar mereka ngudo roso. Namun saya tak kuat untuk urun rembug. Saya bilang, menulis itu seperti main bola. Jika tak berlatih, sebaik apa pun teknik yang dimiliki seorang pemainnya, tidak akan maksimal dalam bermain. Dengan berlatih berarti mengasah insting dan stamina. Christiano Ronaldo, Lionel Messi, Neymar, Kylian Mbappe, mustahil jadi pemain hebat tanpa berlatih.

Saya juga bilang tidak ada tulisan yang tidak bermanfaat. Apa pun bentuk. Cerpen, opini, kolom, artikel, dan lain-lain. Saya perlu menegaskan hal ini mengutip nasihat Pramoedya Ananta Toer. Atau juga lirik lagu yang didendangkan D’Masiv, Jangan Menyerah.

Saya juga perlu merujuk nasihat Nabi Muhammad. Bahwa insan yang bermanfaat adalah yang selalu terus belajar. Baik lisan maupun tulisan. Bahkan akan lebih afdol bila mampu mendokumentasikannya.

Simak Juga Gan  Cara Sukses Mengelola Blog Pemula

Bagi saya, menulis adalah perlawanan. Perlawanan terhadap segala ketidakadilan, kemunafikan, dan keculasan. Menulis adalah obat. Karena akan membuat pikiran dan hati Anda lempang dan fresh. Dan mendorong Anda untuk terus belajar dan menginsyafi ketidakberdayaan dan kekurangan.

So, tinggalkanlah jejak digital, kawan. Tetaplah menulis para blogger!!!(*)

*) Oleh: Agus Wahyudi, Penulis Buku dan Jurnalis