4 Jenis Investasi ini Minim Risiko Cocok buat Pemula

0
5
investasi modal kecil untuk pemula
investasi modal kecil untuk pemula

Jenis Investasi yang Cocok untuk Pemula, Apa itu investasi?, Investasi adalah melakukan sesuatu pada saat ini, dengan harapan mendapatkan keuntungan pada masa akan datang. Investasi lebih banyak dikaitkan dengan dunia bisnis dang keuangan.

Investor adalah orang yang beinvestasi dalam bentuk modal atau barang kepada lembaga atau perorangan dengan tujuan untuk mendapatkan bagi hasil atau keuntungan.

Ada beberapa jenis investasi dengan modal kecil dan minim resiko cocok buat pemula dan yang bermodal tipis.

emas-dan-minyak

Investasi DenganModal Kecil

Misalnya, hanya instrumen investasi reksadana yang hanya membutuhkan modal Rp100 ribu. Anda juga dapat berinvestasi dalam emas batangan dengan bergabung dengan fasilitas tabungan emas yang dimiliki oleh Pegadaian. Jadi, modal bukan alasan untuk berinvestasi.

Lalu, bagaimana dengan risikonya? Alasannya, ketika Anda memutuskan untuk berinvestasi itu berarti Anda harus siap dengan kemungkinan terburuk, yang gagal, alias uang habis terjual?

Memang, nama investasi Anda tidak hanya bisa memikirkan untung atau kembaliseperti itu. Tetapi juga risiko yang akan Anda tanggung. Jadi, ada syarat dalam investasi return tinggi-risiko tinggi. Semakin tinggi laba, semakin besar risikonya.

Oleh karena itu, bagi pemula yang belum sepenuhnya memahami dunia investasi, disarankan untuk memilih jenis risiko investasi yang rendah sambil mempelajari cara kerja investasi.

Nanti, kalau itu bagus, maka saya akan mencoba peruntungan di instrumen investasi, risikonya cukup besar karena manfaat yang ditawarkan tentu saja besar.

 

Jenis Investasi yang Cocok untuk Pemula

Dibawah ini adalah jenis investasi yang bisa anda coba menjalankanya, untuk mendapatkan keuntungan.

Reksa dana pasar uang

Reksadana adalah salah satu jenis investasi yang sekarang banyak orang lihat. Karena investasi yang satu ini bisa berikan kembali besar tetapi perlu keluar banyak uang.

Meski begitu, investasi dalam reksa dana terbagi menjadi empat, yaitu reksa dana pasar uang, pendapatan tetap, reksadana campuran dan juga saham. Nah, masing-masing reksa dana menawarkan manfaat dan risiko yang berbeda.

Salah satu reksa dana berisiko rendah adalah pasar uang. Karena investasi dalam mayoritas dana ini akan ditransfer ke deposito dan surat berharga dengan jangka waktu di bawah satu tahun.

Lalu bagaimana dengan kembali-nya? Meski tidak sebesar dana ekuitas, manfaatnya masih lebih besar dari deposito.

Investasi emas

Investasi di batangan emas tetap menjadi favorit banyak orang saat ini, baik milenium dan orang tua. Jenis investasi ini tidak salah jika banyak orang melihat kesan “klasik” seperti orang zaman dahulu, tetapi bagi banyak orang yang tertarik!

Alasannya adalah bahwa instrumen investasi yang satu ini cukup berisiko tetapi masih bisa menghasilkan banyak cuan.

Cara kerja investasi emas juga sangat mudah, Anda hanya perlu membeli beberapa gram batangan emas yang dananya dapat disesuaikan dengan anggaran. Bahkan sekarang Pegadaian memiliki fasilitas tabungan emas, di mana Anda sudah dapat berinvestasi hanya dengan membeli minimal 0,01 gram emas.

Jika harga emas adalah Rp 600 ribu per gram. Jadi dengan modal Rp6.000 Anda sudah bisa berinvestasi dalam bentuk batangan emas, bagaimana Anda menguras kantong sebenarnya?

Agar Anda mendapatkan lebih banyak keuntungan, Anda dapat bergabung dengan program konsinyasi emas. Artinya, layanan penyetoran dan penjualan batangan emas sehingga keuntungan yang Anda dapatkan semakin besar. Anda juga bisa berinvestasi emas di pasar modal, trading komediti emas atau juga bisa trading minyak mentah

Peer to Peer Lending

Pinjaman antar teman atau Pinjaman P2P juga merupakan salah satu jenis investasi dengan risiko rendah. Karena modalnya juga terbilang kecil. Bahkan, Anda bisa mulai dengan Rp. 100 ribu.

Jadi P2P Lending adalah salah satu instrumen investasi di mana Anda memberikan pinjaman kepada pihak yang membutuhkan modal ventura atau istilah kerennya adalah investor.

Cara bermainnya juga mudah, Anda hanya perlu memberikan pinjaman dan menunggu sampai dana Anda dikembalikan dengan bagi hasil keuntungan usaha yang dijalankan peminjam. 

Investasi Properti

Berinvestasi pada properti memang membutuhkan uang dengan jumlah yang besar. Namun, keuntungan yang akan Anda dapatkan juga akan besar dalam jangka panjang.

Selain Anda bisa menciptakan passive income dengan aset properti, Anda juga bisa menjadikannya sebagai sebuah investasi yang bisa dijual dalam beberapa tahun ke depannya.

Cobalah berinvestasi dengan dua jenis investasi menguntungkan dan investasi yang cocok untuk pemula di atas secara perlahan sembari mengumpulkan modal, atau Anda juga bisa memulai bisnis.

Secara perlahan, bila Anda sudah memiliki cukup dana, cobalah membeli rumah yang sederhana saja namun berada di daerah yang strategis. Ada banyak rumah yang bisa Anda beli dengan harga mulai dari Rp 450 juta.

Rumah tersebut kemudian bisa Anda sewakan sehingga Anda memiliki pendapatan setiap bulan atau tahun. Saat membeli rumah, cobalah untuk membeli rumah di daerah yang memiliki potensi untuk berkembang, seperti daerah yang di sekitarnya akan dibangun proyek transportasi, pelebaran jalan, dan sebagainya.

Rumah yang Anda beli nantinya akan bertambah nilainya dalam jangka panjang, apalagi karena berada di lokasi yang strategis dan berkembang, bisa mengalami peningkatan harga sekitar 15% hingga 22% setiap tahunnya.

Atau bila Anda berniat untuk menyewakannya, harga sewanya biasanya memiliki rentang 4% hingga 10% per tahunnya.

Contoh, bila kita mengandaikan bahwa Anda membeli rumah seharga Rp 400 juta di Bandung, bila Anda menyewakannya seharga Rp 16 juta per tahun kepada keluarga baru menikah yang biasanya masih memiliki keuangan terbatas, Anda bisa meraup passive income dari aset tersebut sebesar Rp 16 juta setiap tahunnya.

Selain mendapatkan passive income, harga rumah tersebut berangsur-angsur akan meningkat. Bila peningkatan harga rumah tersebut sebesar 15% setiap tahun dari harga awal, itu artinya dalam 10 tahun harga rumah tersebut menjadi:

Rp 400 juta x 15% = Rp 60.000.000

Rp 60.000.000 x 10 tahun = Rp 600.000.000

Itu artinya, dalam 10 tahun, aset Anda menjadi:

Rp 400.000.000 + Rp 600.000.000 = Rp 1 Miliar

Untuk mendapatkan aset tersebut dengan cepat dan berinvestasi padanya, Anda tentu harus mengumpulkan dana.

Bila pun Anda tidak memiliki dana untuk sekarang, Anda bisa mengajukan KPR ke bank dan langsung menyewakannya, agar cicilan KPR bisa dibayar dengan bantuan uang sewa penyewanya.

Ada tiga jenis investasi risiko minimal yang cocok untuk Anda pemula yang hanya ingin berinvestasi. Ayo, jangan takut dan ragu menuangkan uang ke dalam investasi, semoga membantu menambahkan cuan ke dalam tas! 

sumber: smartmoney/koinwork

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.