5 Hal Penting Untuk Cegah Hoax Di WhatsApp

0
104

Cara Cegah Hoax Di WhatsApp, beberapa hari ini sering melihat tayangan iklan whatsapp di facebook terkait dengan penyebaran Hoax atau berita bohong. Rupa-rupanya whatsapp gerah juga dengan peyebaran HOAX melalui platformya.

Sebagai platform chat terbesar whatsapp menjadi media penyebaran hoax yang sangat cepat, inilah yang membuat whatsapp sebagai media terbesar dalam distribusi hoax.

Iklan yang dipublikasi WhatsApp bukanlah ajakan install aplikasi melainkan ajakan untuk memerangi hoax. Iklan whatsapp bukan hanya tayang di facebook dan Instagram saja, tapi juga iklan di Google Ads dengan tulisan “membagikan kebahagian, bukan rumor“, hingga panduan ini bisa tersampaikan dengan luas secara cepat serta mengharap tidak lagi ada yang termakan berita palsu yang disebarkan oleh pihak tidak bertanggungjawab melalui platformnya.

WhatsApp juga memberikan panduan menangkal berita palsu atau hoax pada situs resminya whatsapp.com, panduan ini telah dikeluarkan lama dibagian Keamanan serta Privacy WhatsApp.

Berikut Cara Menahan Isu & Berita Palsu di WhatsApp.

1. Cek Pesan Forwarded
Saat Kita lihat icon Forwarded diatas pesan yang kita di terima, kalau ada berarti pesan tersebut kiriman orang lain, bisa dipastikan pesan tersebut tidak bisa dipertanggungjawabkan oleh pengirim.

Akan lebih baik anda tidak ikut menyebarkannya, jika kita ingin menyebarkan dicek dulu kebenaran isi pesan tersebut. Paling gampang adalah dengan cara mengeceknya di Google tentang kebenaran berita tersebut, karena tidak mungkin berita yang disebar melalui internet tidak terdeteksi oleh mesin canggih google.

Banyak orang yang begitu menerima pesan dari Group WA atau chat pribadi tanpa membaca isinya langsung dia foward ke group lain yang dia ikuti.

Mengapa Berita Palsu Seringkali Kali Jadi Viral?

Karena pesan palsu dibuat dengan cara memahami prilaku kita dalam menerima berita, pesan palsu atau HOAX biasanya berisi ajakan untuk Share.

Hoax atau berita palsu dibuat seolah-seolah aseli dengan mendorong orang untuk ikut membagikan kebohongan tersebut.

Kedua adalah berisi sesuatu yang menjadi trending topik saat ini, jadi pembuat berita HOAX tahu konten yang akan dibuat.

Ketiga, kalau konten berita bukan dari portal berita mainstream tapi menggunakan blogspot, buka link berita aseli dari web melainka hanya screenshot.

2. Bandingkan dengan Sumber Lainnya

Cara yang paling sederhana untuk mengecek kebenaran berita adalah dengan mengeceknya dengan google news (google Berita).

Berita di google news kemungkinan besar valid, karena google news memiliki standart untuk bisa masuk didalamya, Alamat redaksi, privacy policy, Redaksi dan isi konten berita menjadi syarat mutlak.

Jika sumber berita dari web yang jelas kemungkinan untuk dipertanggungjawabkan lebih besar, walau kadang juga ada yang HOAX tapi persentasenya kecil.

3. Lihat Pesan Tidak Biasa
Saat ini Whatsapp, akan menandai pesan berisi link yang beresiko dengan meberikan cap merah. Ini mengisyaratkan link yang diberikan beresiko, tapi tidak semua juga link yang beresiko lolos dari mesin whatapp.

Bagaimana dengan gambar atau foto dan video, whatsapp masih belum bisa mengenali isi dari berita dalam bentuk video atau gambar. Jadi kita sendiri yang bisa memfilter berita tersebut jangan share kalau kita tidak tahu akan kebenaran beritanya.

4. Tabayun

Kroscek dengan pengirim berita adalah salah satu cara yang mungkin bisa kita lakukan, dari mana dia mendapatkan berita tersebut apa bisa dipertanggunjawabkan. Atau langsung ke korban yang menjadi berita palsu, tapi kemungkinanya kecil untuk bisa dilakukan.

5. STOP SHARE Cukup Berhenti di Kita
Bila Kita merasakan berita/pesan palsu, Kita bisa minta orang yang bagikan berita itu untuk memverifikasi kebenarannya. Bila temukan berita palsu, Kita mesti berhenti sebarkan!

Bila Kita terus-terusan memperoleh berita/pesan palsu baik di group ataupun pribadi, Kita bisa memberikan laporan orang itu ke WhatsApp agar ditindak lanjuti.

Itu panduan yang bisa Kita buat jadi rujukan untuk mengerti satu pesan serta berita yang diberikan lewat perpesanan WhatsApp.

Artikel diatas bukan hanya untuk whatsapp saja tapi juga untuk semua jenis sosmed, karena penyebaran lebih banyak di whatapp maka saya ambil study kasusny di WA.

Kesimpulan: Cerdaslah Dalam Menggunakan Sosmed, Sosmed hanya sebuah alat baik dan buruk tergantung kita penggunanya.