Apa perbedaan Influencer Dan Buzzer, Ini Yang Harus Kamu Tahu!

Diposting pada

Apa perbedaan Influencer Dan Buzzer – Dalam kebutuhan kampanye digital, seringkali kita sulit membedakan antara buzzer dan influencer. Apa sebenarnya dan siapa mereka?

Kedua istilah tersebut merupakan produk dari ledakan media sosial sebagai lahan baru bagi perusahaan untuk bersaing menarik penggemar sebanyak mungkin.

Nah, mari kita pelajari perbedaan keduanya pada artikel berikut ini. Meski pada dasarnya antara buzzer dan influencer sama kedudukannya di media sosial sebagai sarana promosi.

Apa Beda Influencer Dan Buzzer

Meningkatnya jumlah pengguna media sosial telah menghadirkan banyak peluang untuk berbagai jenis bisnis.

Platform ini sekarang digunakan oleh semua tim pemasaran organisasi sebagai ladang untuk mengumpulkan audiens dan meningkatkan kesadaran merek.

Meski terlihat mirip, namun fungsi kedua opinion leader ini sebenarnya berbeda lho.

Menurut Xendit, buzzer adalah individu yang bertugas memposting konten tertentu secara berulang-ulang hingga pesan yang dimaksud berhasil diterima oleh khalayak yang besar.

Di sisi lain, influencer lahir dari kata influence atau pengaruh, di mana peran mereka adalah memberi pengaruh, terutama untuk mempengaruhi pendapat para pengikutnya.

Suara seorang influencer umumnya lebih dihargai daripada pendapat buzzer, sehingga mereka tidak perlu menyebarkan konten berulang kali.

Perbedaan antara Buzzer dan Influencer

Apa Perbedaan Antara Buzzer dan Influencer
Apa Perbedaan Antara Buzzer dan Influencer?

1. Jumlah Pengikut

Saat membahas perbedaan buzzer dan influencer, hal yang paling kentara adalah perbandingan jumlah followers.

Dilansir dari Sindo News, buzzer tidak memiliki banyak pengikut. Mereka juga terkadang bekerja dalam tim besar yang terdiri dari sekitar selusin orang.

Inilah yang membuat tugas mereka seringkali sulit. Buzzer diperlukan untuk membuat konten menjadi viral. Non-stop dan jeda sampai target tercapai.

Sementara itu, influencer memiliki jumlah audiens yang besar. Kisaran pengikut akun influencer bervariasi, dari ribuan hingga jutaan.

Oleh karena itu, mereka tidak perlu bekerja sama dengan banyak orang dan cukup mempromosikan sebuah brand melalui postingan yang cenderung terukur.

Baca Lainya:   Apa itu Web 3 & Apa Artinya untuk Masa Depan Pemasaran?

2. Tingkat keterlibatan

Perbedaan selanjutnya antara buzzer dan influencer adalah tingkat engagement audiens dengan postingan yang mereka tampilkan.

Menurut Xendit, dengan pola penyebaran informasi yang berulang-ulang, khalayak cenderung menghindari postingan yang menampilkan buzzer.

Namun, bukan berarti itu hal yang buruk. Beberapa pengikut pasti akan mencoba mengamati pesan yang disampaikan oleh buzzer.

Sebaliknya, tingkat keterlibatan seorang influencer biasanya jauh lebih tinggi.

Hal ini dikarenakan interaksi influencer dengan audiensnya yang terkesan aktif dan terlihat natural. Jadi, tidak jarang merek besar memilih layanan influencer daripada buzzer.

Apa Perbedaan Antara Buzzer dan Influencer
Apa Perbedaan Antara Buzzer dan Influencer

3. Indikator keberhasilan

Dilihat dari pola kerja buzzer, target mereka bukan untuk mempengaruhi opini publik dan mempengaruhi kebiasaan sehari-hari mereka.

Fokus utama buzzer adalah menyebarkan informasi seluas-luasnya, mencakup khalayak dari segala usia dan latar belakang.

Tidak seperti influencer, tujuan mereka adalah menyebarkan informasi dan memberi pengikut mereka pilihan yang dapat mereka pilih.

Ya, dengan kata lain, seorang influencer mendorong audiensnya untuk menggunakan suatu produk karena pendapatnya dapat dipercaya, sedangkan tugas buzzer hanyalah menyiarkan informasi untuk diketahui publik.

Itulah penjelasan Glints tentang semua perbedaan antara buzzer dan influencer. Meski terlihat mirip, namun sebenarnya tidak sama.

Baca juga: Apa Itu Influencer Marketing?

Dunia marketing memang sedang naik daun, dan penting untuk mulai memahami semua istilah dan strategi yang digunakan dalam dunia digital marketing.