Perbedaan Domain dan Subdomain yang Perlu Anda Ketahui

Perbedaan Domain dan Subdomain - Bagi anda yang menggunakan website pasti sering mendengar istilah domain dan subdomain. Tapi, apa perbedaan antara domain dan subdomain?

Perbedaan Domain dan Subdomain – Bagi anda yang menggunakan website pasti sering mendengar istilah domain dan subdomain. Tapi, apa perbedaan antara domain dan subdomain?

Singkatnya, domain berfungsi sebagai alamat utama situs web, sedangkan subdomain adalah alamat tambahan untuk bagian tertentu dari situs web.

Bacaan Lainnya

Selain itu, tentunya masih ada perbedaan antara subdomain dengan domain lainnya. Yuk cek bersama di artikel ini!

Apa Itu Domain dan Subdomain?

Domain adalah alamat yang memudahkan Anda untuk mengakses sebuah situs web. Dengan domain, Anda cukup mengetikkan alamat situs web, bukan alamat IP.

Misalnya, jika Google tidak memiliki domain, Anda harus mengetik 172.217.20.4. Tentu saja, angka seperti itu lebih sulit diingat daripada google.com.

Domain dibagi menjadi tiga jenis, yaitu top level domain (TLD), second level domain (SLD), dan third level domain.

Umumnya disebut sebagai domain adalah kombinasi dari domain tingkat kedua dan domain tingkat atas. Misalnya, buyasorta.com.

Lalu, bagaimana dengan subdomain? Sehat, subdomain adalah nama lain dari domain tingkat ketiga. Itu terletak di depan domain tingkat kedua.

Subdomain terikat ke domain dan umumnya digunakan sebagai alamat halaman di situs web. Sebagai contoh, Niagahoster memiliki kursus online yaitu Kursus Niagahoster, yang dapat Anda akses melalui blog.buyasorta.com “blog” di alamat adalah contoh subdomain.

Contoh domain dan subdomain lainnya juga dapat ditemukan. Untuk mengecek status layanan berita Anda hanya perlu akses news.schmu.id.

Untuk mendapatkan domain, Anda harus membelinya dari registrar atau penyedia domain. Harganya bervariasi, tergantung pilihan top level domain dan tempat Anda membelinya.

Sedangkan jika Anda ingin memiliki subdomain, Anda harus memiliki domain terlebih dahulu. Setelah itu, Anda bisa membuat beberapa subdomain sesuai dengan kebutuhan website Anda.

Lalu, apa sebenarnya perbedaan domain dengan subdomain lainnya? Yuk simak penjelasannya di bawah ini.

4 Perbedaan antara Domain dan Subdomain

Berikut ini adalah perbedaan antara subdomain dan domain:

1. Bagaimana Mendapatkan

Perbedaan pertama antara domain dan subdomain adalah cara mendapatkannya. Untuk memiliki domain, Anda harus membelinya.

Namun, ini tidak terjadi dengan subdomain. Untuk memiliki subdomain, Anda harus sudah memiliki domain. Dengan kata lain, subdomain tidak dapat berdiri sendiri.

2. Harga

Domain berbayar, sedangkan subdomain gratis. Untuk menggunakan domain, Anda harus membayar biaya berlangganan yang dibayarkan setiap periode yang ditentukan oleh penyedia domain.

3. Fungsi

Perbedaan antara domain dan subdomain lainnya adalah dalam hal penggunaan. Domain berfungsi sebagai alamat utama website, sedangkan subdomain berguna untuk mengarahkan pengunjung ke bagian-bagian tertentu dari website.

4. Kaitannya dengan Upaya SEO

Anda juga bisa melihat perbedaan antara subdomain dan domain dari segi SEO (search engine optimization).

Google memperlakukan subdomain sebagai domain terpisah. Dengan kata lain, jika situs web Anda memiliki subdomain, Google akan menganggap halaman yang terkait dengan subdomain terpisah dari domain utama.

Artinya, Anda dapat memanfaatkan subdomain untuk menargetkan kata kunci lain yang tidak dioptimalkan untuk domain utama Anda.

Misalnya, Anda memiliki blog jurnalistik dan ingin membuat cabang blog yang khusus membahas kuliner. Untuk itu, Anda membuat subdomain, misalnya kuliner.jurnalku.com. Tentu saja, topik kata kunci yang Anda targetkan di subdomain akan berbeda dengan yang Anda targetkan di domain utama.

Contoh lain adalah ketika Anda ingin memasarkan situs web ke audiens dengan bahasa yang berbeda. Jika domain Anda adalah tokoku.com, Anda dapat membuat en.tokoku.com untuk menargetkan audiens internasional dengan kata kunci berbahasa Inggris.

Baca Juga: 10 Tips Memilih Nama Domain yang Tepat

Kapan Anda Harus Menggunakan Subdomain?

Berikut adalah beberapa kriteria di mana Anda dapat memanfaatkan subdomain:

1. Buat Alamat untuk Halaman Spesifik Situs Web Tertentu

Mungkin website Anda terdiri dari beberapa bagian dengan fungsi yang berbeda-beda, seperti katalog produk, blog, dan forum. Nah, Anda bisa menggunakan subdomain untuk membuat alamat untuk masing-masing bagian tersebut. Misalnya, blog.namadomain.com.

Dengan penggunaan subdomain, pengunjung situs web tahu ke mana arah tautan yang mereka klik.

2. Membuat Versi Situs Web dalam Bahasa Lain

Apakah audiens situs web Anda berasal dari berbagai belahan dunia? Jika demikian, Anda dapat membantu audiens Anda memahami konten Anda dengan menyediakan beberapa versi situs web Anda dalam berbagai bahasa.

Untuk memudahkan identifikasi setiap versi website, Anda bisa menggunakan subdomain. Misalnya, versi bahasa Inggris menggunakan en.domain.com.

3. Buat Versi Seluler untuk Situs Web Anda

Website dengan tampilan mobile-friendly sudah menjadi keharusan. Selain fakta bahwa sebagian besar pengguna internet mengakses situs web melalui smartphone dan tablet, tampilan yang ramah seluler adalah persyaratan dari Google.

Kebanyakan platform pembuatan website saat ini memudahkan Anda untuk membuat website yang mobile-friendly melalui theme yang disediakan. Namun, jika Anda ingin membuat versi situs web seluler Anda sendiri, Anda tentu harus membedakan alamatnya. Untuk itu, Anda bisa menggunakan subdomain, seperti m.domain.com atau mobile.domain.com.

Baca Juga: Apa Itu DA dan PA Website: Domain Authority Apa Pengaruhnya?

4. Melakukan Pengujian A/B

Saat Anda ingin memperbarui desain situs web, Anda perlu melakukan pengujian A/B terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk dapat membandingkan efektivitas dan kinerja desain lama dengan yang baru.

Dalam melakukan pengujian A/B, tentunya Anda perlu online versi website dengan desain baru. Nah, Anda bisa menggunakan subdomain sebagai alamat versi website.

Dengan begitu, nantinya Anda tinggal menghapus subdomain tersebut setelah selesai membandingkan desain lama dengan yang baru.

Anda sudah tahu perbedaan antara Domain dan Subdomain, bukan?

Pada artikel ini Anda telah belajar tentang perbedaan antara domain dan subdomain. Domain adalah alamat website, sedangkan subdomain adalah tambahan di depan domain. Salah satu contoh domain dan subdomain adalah course.niagahoster.co.id.

Anda dapat membuat alamat website menggunakan subdomain untuk beberapa tujuan, antara lain:

  • Buat halaman khusus di situs web
  • Buat versi situs web dalam berbagai bahasa
  • Buat versi seluler situs web
  • Buat situs web dengan desain berbeda untuk pengujian A/B

Untuk memiliki subdomain, Anda harus sudah memiliki domain terlebih dahulu. Karena, subdomain terikat dengan domain Anda.

Setelah membeli domain dan menghubungkannya dengan website, nantinya Anda bisa membuat subdomain melalui control panel dari layanan hosting yang Anda gunakan.

Jadi, apa yang Anda tunggu?

Segera pilih domain yang ingin Anda buat subdomainnya!

sumber: blog.niagahoster.co.id

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan