Apakah Technopreneur Impian Anda? Yuk Pelajari Caranya Disini!

Diposting pada

Pernahkah Anda mendengar istilah technopreneur? Dari namanya saja sudah bisa ditebak bahwa technopreneur adalah orang yang mendirikan bisnis dengan dukungan utama teknologi.

Seperti itu penjelasan definisi sebenarnya dari kata technopreneur. Namun jika Anda ingin menggali lebih dalam, ternyata masih banyak hal menarik yang perlu Anda ketahui tentang profesi ini. Apalagi jika Anda ingin menjadi salah satu technopreneur yang sukses.

Jika iya, yuk simak artikel ini sampai habis.

Apa itu Technopreneur?

Technopreneur adalah orang-orang yang mengembangkan bisnis berbasis teknologi. Istilah technopreneur berasal dari kata “technology” dan “entrepreneur”.

Seorang technopreneur tidak hanya memiliki keterampilan bisnis, tetapi juga visi teknologi yang luas. Misalnya, Mark Zuckerberg mendirikan Meta (sebelumnya Facebook).

Perbedaan antara Technopreneurship dan Entrepreneurship

Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan kata “kewirausahaan”. Jadi, apa perbedaan antara technopreneurship dan kewirausahaan? Inilah jawabannya:

1. Fokus

Dari fokus tersebut, sudah terlihat perbedaan antara technopreneurship dan entrepreneurship. Kewirausahaan berfokus pada pengembangan inovasi untuk menciptakan peluang wirausaha. Sementara itu, fokus technopreneurship lebih spesifik yaitu menciptakan bisnis yang mengutamakan integrasi teknologi.

2. Motivasi

Meski sama-sama mencari untung melalui bisnis, namun motivasi antara technopreneurship dan entrepreneurship berbeda.

Motivasi seorang wirausaha biasanya lebih umum dengan orientasi pada peningkatan pendapatan, atau peluang usaha yang sebesar-besarnya.

Sedangkan technopreneurship lebih kepada mengejar hal-hal yang revolusioner alias mengubah kebiasaan yang sudah ada.

Misalnya, jasa pembuatan website sebagai technopreneurship memiliki visi untuk meningkatkan jumlah pengguna website bahkan sampai ke pelosok. Ini adalah langkah revolusioner untuk mengubah perilaku konsumen, dari mengandalkan pemasaran tradisional ke pemasaran digital.

3. Produk

Technopreneurship menekankan pada integrasi teknologi dalam setiap pengembangan produk. Hal ini bisa terjadi pada produk itu sendiri, maupun faktor pendukung penjualannya.

Misalnya, pengusaha kuliner membuat aplikasi pemesanan makanan secara online untuk memastikan konsumen dapat membeli produk dengan cepat dan mudah.

Sedangkan kewirausahaan, umumnya berfokus pada kualitas produk secara intrinsik, dan tidak harus mengadopsi teknologi dalam proses bisnisnya. Misalnya, Anda dapat membuat kerajinan tangan, dll.

Contoh Technopreneur

Ada banyak contoh perusahaan technopreneurship, baik dari luar negeri maupun Indonesia yang bisa menjadi inspirasi. Misalnya Amazon, PayPal, Gojek, Ruangguru, dll.

Keberhasilan perusahaan tentu saja berkat contoh seorang technopreneur yang mungkin sudah Anda ketahui:

1. Elon Musk

Elon Musk adalah contoh seorang technopreneur yang popularitasnya cukup tinggi. Bahkan, dia pernah menerima penghargaan Penghargaan Prestasi Edison karena komitmennya untuk terus berinovasi.

Sejak tahun 1995, Elon Musk mulai merintis perusahaan perangkat lunak web Zip2, hingga akhirnya ia menjualnya dan membuat perusahaan teknologi baru, X.com (sekarang PayPal).

Baca Lainya:   cPanel vs Webuzo, Mana yang Terbaik untuk Hosting?

Hingga saat ini, perusahaan teknologi milik Elon Musk terus tumbuh dan berkembang. Mulai dari SpaceX, Tesla, Neuralink, dan lainnya.

2. Bill Gates

Apakah Anda pernah menggunakan Windows, Microsoft Office, atau Microsoft Teams? Lagi pula, itu semua dibuat oleh Microsoft, perusahaan yang dipelopori oleh Bill Gates.

Bersama Paul Allen, Bill Gates mengembangkan Microsoft sejak tahun 1975. Visinya saat itu adalah “komputer di setiap desktop dan di setiap rumah.”

Dan memang benar, sekarang Microsoft adalah perusahaan pengembangan perangkat lunak dengan lebih dari 1,4 miliar pengguna.

3. Mark Zuckerberg

Mark Zuckerberg adalah contoh seorang technopreneur sukses yang layak mendapatkan inspirasi Anda.

Sejak kecil, Mark sudah menunjukkan ketertarikannya pada teknologi. Buktinya, di usia 12 tahun, Mark sudah membuat program messaging.

Kemudian pada tahun 2004, inovasi Mark mulai meningkat. Dia membuat situs media sosial untuk menghubungkan sesama mahasiswa Harvard, kampusnya. Media sosial ternyata semakin berkembang hingga lahirnya Facebook yang kini digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.

4. Nadiem Makarim

Contoh technopreneur berikutnya, Nadiem Makarim. Keinginan Nadiem untuk mendirikan Gojek berawal dari kegelisahannya melihat banyak pengemudi ojek menunggu terlalu lama untuk mendapatkan penumpang.

Selain itu, Nadiem yang setiap hari berangkat kerja menggunakan ojek ini merasa keberadaan ojek masih cukup langka.

Terakhir, Nadiem juga memiliki ide untuk mengembangkan layanan yang memudahkan pengemudi dan penumpang menggunakan ojek untuk transportasi.

Tujuan dari Technopreneurship

Tujuan dari technopreneurship adalah untuk memaksimalkan potensi bisnis dengan teknologi yang terbukti dapat mempermudah pekerjaan manusia. Itu yang utama.

Untuk lebih lengkapnya, silahkan simak beberapa tujuan technopreneurship berikut ini:

1. Menyelesaikan Masalah Di Sekitar Kita

Tujuan pertama dari technopreneurship jelas untuk memecahkan masalah, baik kecil maupun besar. Misalnya, memudahkan orang untuk memesan makanan, memberikan layanan pendidikan, dll.

2. Mendorong Kemajuan Teknologi

Technopreneurship juga dapat mendorong kemajuan teknologi. Pasalnya, produk technopreneurship berbasis teknologi berpeluang mengajak masyarakat untuk menggunakan solusi yang lebih baik dalam mengatasi masalah.

Nantinya, bisa muncul teknologi baru yang bisa mendukung penyelesaian masalah lain dengan lebih cepat berkat produk technopreneurship yang sudah ada.

3. Menciptakan Peluang Kerja

Kelahiran berbagai perusahaan technopreneurship tentunya menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan. Jadi, penyerapan tenaga kerja pun lebih besar.

4. Meningkatkan Perekonomian Nasional

Tujuan technopreneurship selanjutnya adalah untuk mendorong perekonomian nasional melalui pendapatan dari pajak transaksi digital, dan lain-lain.

Bahkan, Indonesia diyakini sebagai negara yang mampu menghasilkan hingga Rp 4 triliun pada 2030 dari jerih payah para technopreneur muda.

3 Alasan Memilih Technopreneurship Adalah….

Berikut beberapa alasan mengapa Anda layak mencoba bisnis technopreneurship:

1. Peluang Bisnis Cerah

Dengan adanya revolusi industri 4.0, pemanfaatan teknologi telah menjangkau berbagai sektor industri. Artinya, integrasi teknologi ke dalam bisnis menjadi lebih mudah.

Belum lagi potensi konsumen dari dunia online juga semakin meningkat seiring dengan meningkatnya pertumbuhan pengguna internet.

Sumber: Statista

Maka tidak berlebihan jika dikatakan bahwa bisnis technopreneur merupakan bisnis potensial dengan masa depan cerah. Sebab, Anda akan menciptakan produk dengan integrasi teknologi yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

2. Bisa Mulai dengan Modal Kecil

Tidak perlu muluk-muluk dengan rencana anggaran bisnis Anda. Bisnis technopreneurship bisa dimulai dari modal kecil. Misalnya, sesederhana membuat toko online.

Mulai dari Rp 10 ribu/bulan, Anda sudah bisa membuat aplikasi belanja online sederhana yang bisa melayani banyak pengunjung dari mana saja.

Baca Lainya:   Apa itu Domain Premium? Simak penjelasannya di sini!

Soal keuntungan, jangan khawatir. Di Indonesia sendiri, jumlah konsumen belanja online meningkat 88% dibandingkan tahun 2020. Jadi, potensi Anda untuk mendapatkan uang cukup besar.

3. Tetap bisa berjalan meski SDM terbatas

Jauh sebelum perusahaan technopreneurship yang Anda kenal sebesar sekarang, mereka memulainya dengan sumber daya manusia yang sedikit.

Google, misalnya, dimulai pada tahun 1998 oleh Larry Page dan Sergey Brin. Namun kini, Google sudah memiliki lebih dari 135 ribu karyawan.

Anda juga sama, tidak ada masalah memulai bisnis technopreneurship sendirian. Seiring dengan perkembangan, Anda hanya perlu menambah sumber daya manusia sesuai dengan kebutuhan perkembangan bisnis.

Cara Menjadi Technopreneur Sukses

Apakah Anda tertarik untuk menjadi seorang technopreneur yang sukses? Simak caranya di bawah ini!

1. Peka terhadap Masalah dan Berpikir Kritis

Peka terhadap masalah adalah modal awal calon teknopreneur. Temukan masalah di sekitar Anda, dan pikirkan secara kritis tentang bagaimana menyelesaikannya.

Misalnya, Ecofun memulai bisnisnya karena kepedulian terhadap pendidikan lingkungan untuk anak-anak. Awalnya sebagai proyek sosial, upaya yang dilakukan menjadi perusahaan sosial setelah mengintegrasikan teknologi di dalamnya.

2. Memperluas Visi Teknologi

Anda harus memiliki pemahaman yang luas tentang teknologi. Karena technopreneurship mengharuskan Anda untuk menggunakan teknologi sebagai solusi dari suatu masalah dalam bentuk produk.

Anda dapat mulai dengan mempelajari bahasa pemrograman dan mengasah keterampilan pengembangan web Anda. Jika sudah siap, mulailah melakukan cara membuat aplikasi android atau membuat website sendiri.

3. Asah Jiwa Wirausaha

Sebagai seorang technopreneur, Anda tidak hanya memiliki keterampilan teknis. Anda harus memiliki jiwa wirausaha. Dengan begitu, Anda berani mengambil risiko untuk menciptakan berbagai peluang bisnis yang bisa menghasilkan keuntungan.

4. Siapkan Rencana Bisnis

Selanjutnya, Anda harus membuat rencana bisnis untuk calon perusahaan Anda. Rencana bisnis adalah rencana yang berisi tujuan dan cara menjalankan bisnis.

Akibatnya, apa yang ingin dicapai perusahaan Anda jauh lebih jelas. Jadi, ketika merancang suatu produk atau membuat strategi pemasaran, bisa sejalan dengan tujuan perusahaan.

5. Buat dan Kembangkan Strategi Pemasaran

Setelah peta bisnis siap, buat dan kembangkan strategi pemasaran bisnis. Dengan langkah itu, produk Anda dapat menjangkau target pasar dan mengubahnya menjadi pelanggan.

Apakah Technopreneur Impian Anda? Mari Berkreasi Sekarang!

Siapapun bisa menjadi technopreneur, termasuk Anda. Apalagi sekarang ini sudah banyak contoh technopreneur yang bisa kamu jadikan inspirasi. Mulai dari Elon Musk, hingga Nadiem Makariem.

Tidak harus dengan modal besar, kenapa? Anda bisa membangun bisnis technopreneurship dengan sumber daya yang terbatas. Baik dari segi material maupun tenaga kerja.

Yang terpenting, Anda konsisten melakukan berbagai strategi pengembangan bisnis. Misalnya, branding hingga promosi melalui website.

Eits, lihat websitenya juga jangan sebelah mata ya. Sebab, membangun website sama dengan melakukan investasi jangka panjang. Anda harus menjadikannya identitas online yang kredibel.

Oleh karena itu, dukungan layanan hosting yang handal seperti Niagahoster Hosting bisa menjadi pilihan Anda. Pasalnya, Anda akan mendapatkan berbagai keuntungan, seperti:

  • Kapasitas trafik hingga 180 ribu pengunjung/bulan
  • Domain dan SSL gratis untuk membuat situs lebih kredibel dan aman
  • SpamAssassin Mail Protection untuk perlindungan email dari serangan spam
  • Cadangkan data situs web secara otomatis
  • Mengevaluasi kinerja situs dengan mudah melalui Alat Analitik dan Alat Pemantauan Kinerja
  • Dukungan pelanggan 24 jam
  • Dan banyak lagi

Jadi, apa yang Anda tunggu? Anda selangkah lebih dekat untuk mewujudkan impian Anda sebagai seorang technopreneur!