Berbicara tentang server hosting, nama LiteSpeed dan Apache pasti akan disebut. Keduanya memang memiliki reputasi yang baik berkat performa mereka. Namun, apa sebenarnya perbedaan antara LiteSpeed dan Apache?
Nah, dalam artikel ini, kami akan memberi tahu Anda perbedaan antara LiteSpeed dan Apache. Lantas, siapa yang memenangkan pertarungan LiteSpeed vs Apache? Yuk, temukan jawabannya di sini.
Apa itu Apache?
Apache adalah software web server yang menghubungkan server dengan pengguna (browser).
Apache sendiri memiliki beberapa modul yang dapat menambah fungsionalitas. Diantara mereka, MPM yang menangani berbagai macam mode multi-pemrosesan, dan mod_ssl yang dapat mengaktifkan dukungan koneksi SSL & TLS.
Salah satu kelebihan Apache sebagai web server adalah kompatibilitasnya dengan berbagai OS. Hal ini tentunya menjadi salah satu pertimbangan dalam mengelola sebuah website.
Selain itu, Apache juga menawarkan fitur lainnya. Misalnya, dukungan untuk .htaccess, SSL, HTTP/2, Lua, PHP, Perl, IPv6, FTP, WebDAV, pembatasan bandwidth (pembatasan bandwidth), dan load balancing.
Fitur-fitur di atas dapat membantu, pengguna mengelola sumber daya situs web dan mengoptimalkan kinerja dengan baik.
Nah, dari fitur-fitur yang ditawarkan, tentunya Apache memiliki banyak kelebihan. Apa pun?
Apa itu LiteSpeed?

LiteSpeed adalah server web berkinerja tinggi dengan persyaratan sumber daya lebih rendah daripada Apache. Itu sebabnya kinerja seperti RAM dan CPU hosting menjadi lebih ringan.
Nah, saat menggunakan LiteSpeed, pengguna tidak perlu mengubah konfigurasi, program, atau detail dari sistem operasi yang ada. Karena secara default web server LiteSpeed ini memiliki konfigurasi yang dioptimalkan.
Dari segi fitur, LiteSpeed juga tidak kalah lengkap dari Apache. LiteSpeed menghadirkan fitur GZIP Compression untuk menghemat bandwidth, akselerasi SSL untuk mengirim halaman HTTPS lebih cepat, dan perlindungan Brute Force pada wp-login.php untuk peningkatan keamanan.
Selain itu, LiteSpeed juga didukung dengan arsitektur yang digerakkan oleh peristiwa untuk melayani koneksi (koneksi bersamaan) hingga ribuan, dan kompatibel dengan semua modul inti Apache (mod_rewrite, mod_security, mod_include, dan mod_cache).
Perbedaan antara LiteSpeed dan Apache
Anda sudah mengetahui fitur web server Apache dan LiteSpeed. Jadi, apa perbedaan antara LiteSpeed vs Apache?
1. Penanganan Lalu Lintas
Apache menggunakan benang untuk menangani berbagai macam proses yang masuk. Hal ini mengakibatkan website dengan traffic tinggi dapat mengalami masalah performa.
Tidak seperti LiteSpeed yang memiliki arsitektur berbasis peristiwa, server web ia mampu menangani ribuan koneksi pada saat yang bersamaan. Jadi, jika Anda memiliki situs web dengan lalu lintas yang cukup tinggi, LiteSpeed mungkin menjadi pilihan yang lebih cocok.
2. Menangani Masalah Keamanan
Situs web tidak akan bebas dari masalah keamanan yang mungkin timbul. Nah, peran web server disini penting untuk mengatasi kendala tersebut.
Baik Apache maupun LiteSpeed memiliki kinerja penanganan keamanan yang baik. Misalnya, dalam kasus serangan Distributed Denial-of-Service (DDos), kedua server web memiliki fitur mod_security Apache dan pembatasan bandwidth (perlambatan bandwidth) untuk mencegah dan mengatasi masalah tersebut.
Artinya, kedua server bisa diandalkan dalam hal keamanan untuk website.
3. Kemudahan Konfigurasi
Apache menawarkan beberapa kemudahan dalam konfigurasi dengan berbagai modul tambahan yang disediakan sesuai dengan kebutuhan pengguna. Sementara itu, LiteSpeed memungkinkan pengguna untuk memanfaatkan server web ini tanpa perlu melakukan konfigurasi.
Dengan begitu, kedua web server ini cocok untuk digunakan pengguna yang masih awam tentang hal-hal teknis.
4. Kompatibilitas Sistem Operasi
Linux dan Windows merupakan sistem operasi yang banyak digunakan dalam pengelolaan website. Server mana yang kompatibel dengan sistem operasi?
Jika LiteSpeed vs Apache dibandingkan dari segi kompatibilitas, Apache bisa dikatakan lebih unggul. Pasalnya, Apache mendukung Windows dan Linux. Bahkan di Linux, Apache mendukung banyak distro seperti Ubuntu, RedHat, dll.
Sebaliknya, LiteSpeed hanya mendukung Linux di beberapa distro besar dan belum kompatibel dengan Windows.
5. Gunakan dengan WordPress
Kedua web server tersebut bekerja sangat baik untuk mendukung penggunaan WordPress sebagai platform website.
Namun, LiteSpeed lebih unggul berkat kemampuannya meningkatkan kinerja server PHP hingga 50%. Mengapa ini penting? Karena WordPress merupakan platform yang dibangun dari bahasa pemrograman PHP. Jadi, dengan peningkatan kinerja PHP, kinerja situs web yang menggunakannya akan lebih baik.
Kenapa bisa begitu? LiteSpeed Web Server memasangkan koneksi aplikasi PHP ke Server Web dengan baris perintah (LSAPI + PHP) untuk memproses skrip PHP yang berjalan di server jarak jauh.
Selain itu, LiteSpeed Cache (LSCache) sangat efektif dalam membantu proses penanganan cache website. Hal ini memungkinkan server untuk mempercepat pengiriman konten.
Jadi, bisa dikatakan bagi pemilik website WordPress, menggunakan layanan hosting dengan dukungan server LiteSpeed adalah pilihan yang tepat.
Nah, jika Anda ingin memiliki situs WordPress, ikuti Panduan Lengkap Membuat Website WordPress.

Sudah Tahu Perbedaan LiteSpeed dan Apache?
Sekarang Anda tahu perbedaan antara LiteSpeed vs Apache, bukan? Dapat disimpulkan, bahwa Kecepatan Ringan lebih unggul dari Apache dalam beberapa hal. Misalnya pada penanganan trafik, kemudahan konfigurasi, dan peningkatan performa website WordPress.
Dengan begitu, menggunakan layanan hosting dengan dukungan server LiteSpeed bisa menjadi keuntungan tersendiri. Baik untuk Anda yang membangun website pribadi, blog, bahkan toko online yang cenderung memiliki traffic tinggi.
Untungnya, Anda tidak perlu repot mencarinya. Layanan hosting web Niagahoster memiliki berbagai pilihan paket hosting dengan dukungan Kecepatan Ringan. Mulai daridan Hosting Bersamake Hosting Awan.
Tak kalah menarik, selain dukungan server yang handal, Niagahoster juga menyediakan Sectigo Auto SSL gratis untuk menjaga keamanan website lebih optimal, dan anti kasar & DDoS untuk memastikan website dapat diakses dengan lancar!
Menarik, bukan? Jadi, apa yang Anda tunggu? Ayo.. segera dapatkan layanan Hosting untuk website terbaikmu!
Sumber: Niagahoster




