Mengenal Domain Tingkat Ketiga: Definisi, Fungsi, & Contoh

Ingin membuat blog atau toko online di website Anda secara khusus, tetapi tidak ingin membeli domain baru? Menggunakan domain level ketiga bisa jadi solusinya!

Menggunakan domain tingkat ketiga adalah cara yang efektif untuk membuat bagian dari situs web dengan domainnya sendiri menjadi lebih mudah. Kenapa bisa begitu? Lalu, apa pun sih contoh domain tingkat ketiga yang bisa menjadi inspirasi Anda?

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut, Anda perlu menyimak artikel ini dengan seksama. Yuk, scroll ke bawah!

Apa itu Domain Tingkat Ketiga?

Domain level ketiga adalah domain yang mendahului nama domain utama (Second Level Domain) dan ekstensi domain (Top Level Domain). Istilah lain untuk domain tingkat ketiga adalah subdomain.

Domain tingkat ketiga dapat mengarahkan pengunjung ke halaman tertentu di situs web.

Ibarat domain adalah sebuah rumah, domain level ketiga adalah sebuah ruangan di dalam rumah, yang bisa langsung diakses tanpa harus masuk melalui pintu depan terlebih dahulu.

Misalnya, jika Anda ingin membuat halaman berita perusahaan, Anda dapat membuat subdomain seperti news.namadomain.com. Sehingga nantinya pengunjung bisa langsung mengakses subdomain tersebut jika ingin mengakses halaman berita di website tersebut.

Penggunaan subdomain penting karena pengunjung tersebut akan percaya bahwa berita yang mereka baca adalah dari Anda. Sebab, nama domain primer yang digunakan sama.

Artinya, dapat dikatakan bahwa sebuah subdomain memiliki nama yang sama dengan domain utama karena merupakan salah satu bagiannya. Meski begitu, bisa jadi bagian tersebut merupakan website tersendiri.

Anda sudah memahami arti dari domain level ketiga, bukan? Mari kita pelajari lebih lanjut tentang fungsinya.

Fungsi Domain Tingkat Ketiga

Di bawah ini adalah fungsi subdomain yang perlu Anda ketahui:

1. Buat Halaman Kustom di Situs Web

Fungsi dari domain tingkat ketiga adalah untuk memudahkan Anda mengatur konten di beberapa halaman situs web, tanpa harus membuat domain baru.

Misalnya, Anda memiliki situs web yang membagikan ulasan film dan ingin menjual merchandise yang Anda buat tentang dunia film. Jadi, Anda bisa membuat halaman toko online dengan subdomain seperti shop.namadomain.com atau store.namadomain.com.

Langkah ini bisa Anda lakukan dengan berbagai halaman lain yang akan membantu mengembangkan website. Karena semua halaman tetap berada di domain yang sama. Misalnya blog, forum, atau lainnya.

2. Lakukan Pengujian A/B

Sebuah situs web terkadang akan diperbarui sesuai dengan kebutuhan atau strategi tertentu, bukan? Biasanya, pengembang web akan membuat versi pengujian situs web sebelum pembaruan diluncurkan.

Nah, halaman baru dengan subdomain sering digunakan untuk menunjukkan tampilan baru dari sebuah website yang disebut A/B testing.

Dengan subdomain, pengembang web dapat melakukan pengujian A/B tanpa memengaruhi kinerja situs web utama. Selain itu, cukup hapus subdomain ketika ternyata pembaruan tidak mendapatkan hasil yang baik.

3. Buat Tampilan Situs Web Versi Seluler

Pada tahun 2015, Google memprioritaskan konten mobile-friendly untuk lebih sering muncul di hasil pencarian, seiring dengan peningkatan jumlah pengguna perangkat seluler.

Karena itulah, pemilik website mulai membuat website versi mobile dengan memanfaatkan subdomain yang menunjukkan domain primer.

Misalnya, ketika Anda mengakses Facebook melalui ponsel, Anda akan diarahkan ke versi seluler mereka dengan alamat m.facebook.com. Itu tandanya, kamu akan login ke Facebook versi mobile.

4. Membuat Versi Situs Web Bahasa Lain

Situs web yang tersedia dalam berbagai bahasa dapat menjangkau khalayak yang lebih luas. Sebab, 72,1% orang lebih nyaman mengunjungi website yang menggunakan bahasa ibu mereka.

Nah, memiliki subdomain memungkinkan Anda membangun situs web dalam versi bahasa lain di bawah satu nama domain. Misalnya, jika Anda ingin membuat website dalam bahasa Jepang, maka Anda dapat membuat subdomain seperti jp.namadomain.com.

Nah, setelah mengetahui tentang fungsi third level domain, maka mari kita bahas contoh-contoh third level domain dari berbagai website.

10 Contoh Domain Tingkat Ketiga

Berikut adalah beberapa contoh domain tingkat ketiga:

1. Forum Niagahoster

Domain Tingkat Ketiga: forum.niagahoster.co.id

Contoh domain level ketiga pertama adalah Forum Niagahoster. Kata “forum” menunjukkan bahwa subdomain ini digunakan untuk menyediakan platform bagi pengguna untuk berbagi informasi dan menyelesaikan masalah yang dihadapi.

Subdomain ini juga memudahkan Niagahoster untuk membuat tampilan website berbeda dengan website utama tanpa harus membeli domain baru.

2. Bantuan Google

Domain Tingkat Ketiga: support.google.com

Bantuan Google

Contoh subdomain kali ini adalah Google Help, halaman yang berisi informasi yang dibutuhkan pembaca tentang penggunaan produk Google.

Dengan begitu banyak produk yang tersedia, membuat halaman FAQ adalah penting. Nah, Google mendesain halaman Frequently Asked Questions (FAQ) mereka yang terbagi dalam beberapa kategori khusus untuk memudahkan pengguna dalam mencari informasi.

Tidak cukup pada pembagian kategori, membuat halaman kustom dengan subdomain juga dianggap sebagai strategi yang tepat.

3. Kursus Niagahoster

Domain Tingkat Ketiga: course.niagahoster.co.id

Kursus Niagahoster

Contoh selanjutnya dari domain level ketiga adalah Kursus Niagahoster. Subdomain ini digunakan untuk berbagi informasi tentang layanan kursus belajar online gratis.

Subdomain ini dibuat agar Niagahoster tidak perlu mengubah tampilan website utama saat mengunggah informasi baru tentang kelas online.

4. Musik YouTube

Domain Tingkat Ketiga: music.youtube.com

Musik Youtube

YouTube dikenal sebagai platform untuk berbagi video. Namun YouTube mulai mengembangkan layanannya menjadi platform streaming musik.

Untuk memisahkan platform streaming musik ini, YouTube membuat subdomain baru, music.youtube.com. Dengan subdomain ini, pengguna dapat melakukan streaming audio musik serta membaca lirik untuk membuat playlist lagu.

5. Blog HubSpot

Domain Tingkat Ketiga: blog.hubspot.com

Blog HubSpot

Blog HubSpot berisi artikel yang bukan hanya tentang perangkat lunak Pengelolaan hubungan pelanggan saja, tetapi topik lain seperti pengembangan web.

Keberadaan subdomain ini tidak hanya untuk menjaga website tetap teratur, tetapi juga untuk memudahkan pengunjung menemukan konten apa yang mereka butuhkan.

6. Toko Microsoft

Domain Tingkat Ketiga: apps.microsoft.com

Toko Microsoft

Situs web utama Microsoft berfokus pada berbagi konten informatif tentang produk yang ditawarkannya.

Nah, saat Anda mengunjungi subdomain apps.microsoft.com, Anda akan melihat tampilan website yang difokuskan untuk menjadi app store. Subdomain ini akan memudahkan Anda untuk menemukan dan menginstal aplikasi dan tema yang Anda sukai.

7. Wikipedia Indonesia

Domain Tingkat Ketiga: id.wikipedia.org

Wikipedia Indonesia

Wikipedia menggunakan subdomain untuk membuat situs web sesuai dengan bahasa yang digunakan untuk menyampaikan informasi. Ini karena pembaca wikipedia berasal dari negara yang berbeda, dan informasi akan lebih dipahami dalam bahasa pembaca.

Itulah sebabnya subdomain id.wikipedia.org digunakan untuk halaman wikipedia yang berisi artikel yang ditulis dalam bahasa Indonesia dan ditujukan untuk audiens di Indonesia.

8. Karir Gojek

Domain Tingkat Ketiga: career.gojek.com

Karir Gojek

Subdomain karir biasanya digunakan untuk memudahkan pencari kerja dalam mencari lowongan kerja di suatu perusahaan.

Seperti halaman karir Gojek pada gambar di atas, penggunaan subdomain memudahkan Gojek untuk menampilkan informasi spesifik pekerjaan secara lengkap. Tidak hanya mencantumkan lowongan, tetapi juga menampilkan testimoni dari karyawan Gojek tentang pengalaman mereka selama bekerja di perusahaan ini.

9. Kompas Pendidikan

Domain Tingkat Ketiga: edukasi.kompas.com

Kompas Pendidikan

Kompas menggunakan situs web utamanya untuk mengunggah berita terbaru. Agar lebih tertata, Kompas memisahkan topik berita menggunakan subdomain.

Seperti subdomain edukasi.kompas.com yang memudahkan pengunjung menemukan topik berita seputar pendidikan.

10. Twitter Seluler

Domain Tingkat Ketiga: m.twitter.com

Twitter Seluler

Contoh terakhir dari domain tingkat ketiga adalah versi seluler dari media sosial Twitter. Jika Anda menggunakan perangkat seluler untuk mengakses Twitter melalui web, maka secara otomatis Anda akan langsung dialihkan ke situs web versi seluler.

Bagaimana? Anda sudah tahu beberapa contoh domain tingkat ketiga, bukan? Sekarang, mari kita bahas perbedaan antara subdomain dan addon domain.

Perbedaan antara Domain Tingkat Ketiga dan Domain Addon

Domain level ketiga sering dianggap sama dengan domain addon karena berada di hosting yang sama. Benarkah itu?

Domain tingkat ketiga adalah bagian dari domain primer dan akan tetap memiliki nama domain primer tersebut. Misalnya developer.google.com.

Sedangkan domain addon adalah domain yang berbeda dengan domain utama dalam sebuah hosting.

Misalnya, Anda memiliki domain akusiap.com di sebuah hosting. Kemudian, beli domain kitasiap.com untuk hosting yang sama. Nantinya, Anda bisa mengatur kedua domain tersebut menjadi dua website terpisah yang dikelola dalam satu akun hosting.

Tertarik Menggunakan Domain Tingkat Ketiga?

Domain tingkat ketiga adalah domain yang merupakan bagian dari domain primer dan sering disebut sebagai subdomain karena masih menggunakan nama domain. Contohnya adalah en.wikipedia.org.

Fungsi subdomain cukup banyak. Mulai dari memudahkan Anda membuat halaman khusus dari sebuah website, hingga membangun website baru dalam bahasa yang berbeda. Namun, jangan samakan subdomain dengan domain addon ya. Subdomain memiliki nama domain yang sama dengan website utama, sedangkan domain addon memiliki domain yang berbeda, namun dapat dikelola dalam satu layanan hosting.

Menariknya, pengguna Niagahoster dapat memanfaatkan subdomain dan addon domain sesuai kebutuhan. Anda dapat membuat subdomain atau menambahkan add-on domain dengan panduan yang telah kami sediakan.

Anda dapat dengan mudah mengelola baik subdomain maupun domain addon saat berlangganan web hosting di Niagahoster. Harganya bersahabat di kantong lho, mulai dari Rp10.000/bulan saja! Menarik, bukan?

Yang istimewa, jika ingin menambahkan domain, Niagahoster memiliki pilihan domain dengan berbagai ekstensi yang bisa didapatkan dengan harga terjangkau!

pilih domain dengan berbagai ekstensi

Jadi, apa yang Anda tunggu? Ayo, miliki domain Anda sekarang!

Sumber: Niagahoster

Pos terkait

Tinggalkan Balasan