5 Karakter Milenial Dalam Bekerja

34

Karakter Milenial Bekerja, Tahun 2016 jadi waktu yang spesial buat generasi Y atau golongan milenial. Mereka yang lahir pada 1980 sampai 2000 sekarang jadi kelompok pekerja yang banyaknya paling banyak di penjuru dunia dibanding beberapa orang dari generasi awal mulanya.

Jumlahnya orang yang masuk kelompok generasi milenial (generasi z) sekarang sudah menukar jumlahnya populasi gen X, yang lahir pada tahun 1960 sampai seputar tahun 1980, dalam tempat kerja.

Pekerjaan generasi Z
Pekerjaan generasi Z foto by talenta.co

Ketidaksamaan usia serta generasi, tentunya membuat skema fikir serta perilaku golongan millennial begitu berlainan dengan generasi pendahulu mereka. Bukan sebatas persepsi serta inspirasi karir yang berlainan, hard kemampuan serta soft kemampuan generasi Y juga disadari begitu unik serta bermacam.

Satu diantara ketidaksamaan yang sangat mencolok ialah cenderung golongan millennial yang lebih senang meningkatkan usaha sendiri alias berwirausaha dibanding kerja kantoran.

Menjadi generasi yang di besarkan di masa tehnologi serta digital yang mempermudah mereka dalam mendapatkan semua jenis info dan sumber daya yang dibutuhkan, generasi Y juga jadi generasi yang tetap berupaya mencari kesempatan baru yang bisa membawa mereka secepat-cepatnya sampai ke arah hidup mereka.

Simak Juga Gan  Games PUBG Haram, Kenapa?

Lantas, apa sebetulnya karakter generasi milenial dalam kerja?

1. Tidak memprioritaskan upah, tetapi mengutamakan peluang berkembang

Menurut Mohamad Ario Adimas, Division Head Integrated Marketing & Communication Indosat Ooredoo, imbalan yang besar bukan arah penting golongan milenial dalam kerja. Pekerja dari kelompok milenial lebih mengidamkan peluang untuk tumbuh. Mereka bahkan juga ikhlas untuk cemerlang walau kerja di kolam yang kecil.

Generasi meilenial lebih menuntut supaya dikasih ruangan untuk dapat berekspresi dengan pekerjaan dengan bebas. Itu berarti generasi milenial lebih mengutamakan spirit (kesukaan) dibanding nominal upah yang besar.

2. Suka pada kerja di perusahaan yang prestise serta mempunyai sarana komplet

Generasi milenial memang bercita-cita jadi seseorang wirausahawan. Tetapi bila yang diimpikan itu belum terjadi, mereka lebih pilih kerja di perusahaan yang prestise serta berfasilitas komplet, dibandingkan upah tinggi tapi nama perusahaan tidaklah terlalu diketahui.

Sarana makan siang gratis, gym gratis, koneksi internet yang cepat, serta peluang untuk dapat bekerja di luar kota akan disenangi oleh generasi milenial. Sarana serta peluang untuk mendapatkan penempatan ke luar kota berikut yang seringkali dipamerkan oleh generasi milenial di sosial media.

Simak Juga Gan  G-mail Ulang Tahun Ke 15, Fitur Baru Smart Compose untuk 1 Milyar Penggunanya

3. Senang jadi kutu loncat

Generasi milenial ialah generasi yang terasa ditantang dengan lingkungan kerja yang menyertakan kreatifitas serta pergantian. Mereka tidak suka pada suatu yang berbentuk statis untuk periode waktu lama serta tetap berupaya mencari langkah untuk tingkatkan produktivitas serta efisiensi. Tidaklah heran bila mereka tetap mencari tempat yang menurut mereka bertambah nyaman, lebih dinamis. Oleh karenanya mereka senang berubah-ubah tempat kerja.

Sikap semacam ini tentu saja punya potensi jadi kekayaan buat perusahaan. Oleh karenanya, undanglah karyawan muda itu untuk masuk dalam team peningkatan usaha serta dorong mereka untuk mengemukakan inspirasi. Bila hal itu telah dikerjakan, janganlah kaget jika dari mereka keluar beberapa ide yang tidak tersangka awal mulanya.

4. Senang pada pekerjaan yang fleksibel

Kesetimbangan pada hidup serta kerja jadi satu pendorong yang relevan untuk menjaga golongan milenial. Generasi ini telah terlatih dengan tehnologi mutakhir agar bisa kerja kapan juga serta dimana juga lewat koneksi internet.

Menurut riset Griffith Insurance Education Foundation, golongan ini ingin berkorban agar liburan dan mempunyai potensi untuk kerja di luar kantor. Karena itu, tidak ada kelirunya memberi mereka elastisitas dalam kerja.

Simak Juga Gan  Fakta di balik Pemblokiran Telegram, ini kata Rusia Pavel Durov

5. Memerlukan figur pemimpin untuk mengarahkan, bukan mendikte

Generasi milenial memiliki cenderung berlaku gawat, banyak menanyakan. Mereka terasa mempunyai kompetensi yang tinggi sebab sudah memperoleh pendidikan yang bagus. Oleh karenanya, mereka membutuhkan figur pemimpin serta pendidik menjadi tutor yang menjunjung tinggi nilai kebenaran, selalu dengarkan serta siap merajut komunikasi terbuka.

Golongan milenial memerlukan tutor yang bisa memberi instruksi bagaimana berani memutuskan dengan arif serta penuh hikmat supaya harapan mereka menjadi pemimpin yang kuat di masa yang akan datang.