Anda sudah mencoba berbagai strategi digital marketing, tapi target penjualan belum tercapai? Bisa jadi karena Anda belum menerapkan personalisasi pemasaran sebagai upaya pemasaran.
Melalui pendekatan pemasaran dengan personalisasi, pelanggan Anda akan merasa dimengerti, sehingga memudahkan Anda untuk mendorong mereka melakukan transaksi.
Jika Anda tertarik untuk mencoba strategi pemasaran ini, artikel berikut adalah tempat yang tepat untuk Anda kunjungi. Di sini, Anda akan belajar mengapa pemasaran yang dipersonalisasi itu penting dan bagaimana melakukan pemasaran yang dipersonalisasi.
Yuk, simak penjelasan lengkapnya sampai habis!
Apa itu Pemasaran yang Dipersonalisasi?
Personalized marketing adalah upaya untuk menyediakan konten pemasaran yang sesuai dengan target konsumen Anda. Tujuannya agar Anda dapat mengembangkan komunikasi pribadi dengan konsumen dengan pesan-pesan yang relevan dengan kebutuhan mereka.
Melalui metode pemasaran ini, Anda akan lebih mudah mendorong konsumen untuk tidak hanya melakukan transaksi, tetapi juga menjadi pelanggan tetap.
Cara melakukan pemasaran yang dipersonalisasi adalah dengan menggunakan alat analitik untuk mengumpulkan data yang menggambarkan karakteristik konsumen. Contoh data mencakup minat, lokasi, dan produk merek Anda yang dibeli konsumen.
Anda kemudian dapat menggunakan data tersebut untuk membuat kategori atau segmen konsumen. Dengan begitu, Anda dapat merencanakan buletin email, iklan, dan konten lain yang berisi penawaran yang tepat untuk setiap segmen.
Contoh personalisasi pemasaran adalah mengirimkan email untuk merekomendasikan beberapa produk yang terkait dengan item yang baru saja dibeli konsumen di toko online Anda. Misalnya, kaus kaki edisi terbatas untuk konsumen yang membeli sepatu tertentu.
Langkah ini selain mendorong pembeli untuk bersedia bertransaksi kembali, juga akan memberikan kesan bahwa Anda memahami kebutuhan konsumen.
Tentu saja, tujuan personalisasi dalam pemasaran tidak hanya itu. Mari kita lihat tujuan pemasaran yang dipersonalisasi lainnya di bawah ini.
Apa Tujuan Personalized Marketing?
Personalized marketing memiliki beberapa tujuan, yaitu:
1. Mengoptimalkan Pengalaman Konsumen
Memenangkan hati konsumen merupakan hal yang penting dalam bisnis. Jika pembeli mempercayai Anda, dia tidak akan ragu untuk bertransaksi dengan Anda.
Nah, tujuan personal marketing adalah untuk membangun kepercayaan itu. Caranya, dengan memaksimalkan pengalaman konsumen melalui konten pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Dampak personalisasi adalah kebalikan dari upaya pemasaran tradisional yang umumnya tidak memperhitungkan target audiens.
Misalnya, Anda pergi ke toko serba ada dan seorang penjual mendekati untuk mempromosikan produk yang tidak Anda butuhkan. Tentu pengalaman Anda sebagai konsumen tidak menyenangkan bukan?
2. Hasilkan Pelanggan Reguler
Biaya untuk mendapatkan pelanggan baru lima kali lebih mahal daripada biaya mempertahankan pelanggan yang sudah ada. Oleh karena itu, meningkatkan loyalitas konsumen terhadap bisnis adalah cara yang tepat untuk menghemat anggaran pemasaran Anda.
Salah satu strategi untuk mendapatkan loyalitas pelanggan adalah dengan melakukan personalisasi pemasaran. Sebab, banyak konsumen menyukai merek yang mengenali kebutuhannya.
Nah, upaya personalisasi pemasaran akan menunjukkan kepada konsumen bahwa Anda tahu apa yang dibutuhkan konsumen.
3. Tingkatkan Pendapatan Bisnis Anda
Selama Anda mampu memberikan pengalaman konsumen yang baik melalui pemasaran yang dipersonalisasi, pendapatan bisnis Anda dapat meningkat.
Sebab, penelitian menunjukkan bahwa 80% konsumen lebih tertarik membeli dari merek yang menerapkan personalisasi dalam upaya pemasarannya.
Karena itu, pengembalian investasi atau keuntungan Anda juga akan lebih banyak dibandingkan jika Anda menjalankan strategi pemasaran tradisional.
Meski begitu, strategi pemasaran harus diikuti dengan kualitas produk yang selalu terjaga, ya.
Bagaimana melakukan Pemasaran yang Dipersonalisasi
Berikut adalah langkah-langkah untuk melakukan upaya personalisasi pemasaran:
1. Siapkan Alat yang Anda Butuhkan
Untuk menerapkan pemasaran yang dipersonalisasi, Anda memerlukan alat yang mendukung tujuan Anda untuk memahami konsumen. Salah satunya adalah piksel pelacakan yang Anda sematkan di halaman situs web, email, spanduk iklan, dan alat pemasaran lainnya.
Piksel pelacakan berfungsi untuk mengirimkan data interaksi konsumen dengan berbagai alat pemasaran Anda. Misalnya halaman produk apa saja yang dikunjungi konsumen.
Untuk memeriksa data, Anda perlu menghubungkan piksel pelacakan dengan alat analitik.
Selain itu, Anda perlu menggunakan alat manajemen hubungan pelanggan (CRM) untuk menginstal formulir kontak di situs web Anda. Tujuannya adalah untuk mendapatkan alamat email konsumen. Nantinya, Anda menggunakan alamat email yang diperoleh untuk mengirim buletin atau promosi ke pelanggan.
2. Kumpulkan Data Konsumen
Setelah menyiapkan alat yang Anda butuhkan, cara selanjutnya untuk melakukan personalisasi pemasaran adalah dengan mengumpulkan data konsumen.
Namun, Anda perlu memberi tahu konsumen bahwa Anda memerlukan data untuk meningkatkan layanan kepada mereka. Jelaskan data apa yang Anda kumpulkan, bagaimana Anda melakukannya, dan bagaimana Anda menggunakan data itu.
Informasi itu penting bagi konsumen. Pasalnya, meski banyak pelanggan yang lebih tertarik dengan brand yang menerapkan personalisasi, tidak semuanya serta merta setuju untuk memberikan data pribadinya.
Oleh karena itu, Anda juga perlu memberikan pilihan kepada konsumen untuk tidak berpartisipasi dalam upaya personalisasi Anda. Misalnya dengan menampilkan pilihan untuk tidak menyetujui pencatatan data saat konsumen mengakses website Anda.
3. Lakukan Segmentasi Konsumen
Setelah mendapatkan data, Anda perlu membagi konsumen Anda menjadi beberapa segmen atau kategori sesuai dengan tujuan yang ingin Anda capai.
Misalnya, jika Anda ingin memberikan rekomendasi produk yang tepat untuk pelanggan, Anda dapat melakukan segmentasi berdasarkan daftar transaksi. Dengan begitu, produk Anda semakin laris karena Anda menyediakan produk yang dibutuhkan pelanggan.
Contoh lain dari pemasaran yang dipersonalisasi adalah segmentasi berdasarkan posisi konsumen saluran penjualan. Ini adalah konsep yang menggambarkan tahapan interaksi konsumen dengan merek Anda.
Umumnya, saluran penjualan terdiri dari empat tahap, yaitu kesadaran, minat, keputusan, dan tindakan. Segmentasi berdasarkan penjualan Corong memastikan bahwa konsumen mendapatkan pesan pemasaran yang tepat.
Misalnya, email promosi produk belum tentu cocok untuk konsumen yang baru mengenal merek Anda. Lebih tepatnya, Anda memberikan pesan selamat datang dan edukasi tentang produk yang Anda tawarkan.
4. Tentukan Sarana Pemasaran
Pemasaran digital menawarkan berbagai cara untuk melakukan upaya personalisasi, termasuk email dan iklan situs web. Lalu, sarana apa yang sebaiknya Anda gunakan untuk personalisasi pemasaran?
Untuk mengetahuinya, Anda perlu mencoba platform yang sering diakses oleh target konsumen Anda. Data yang dikumpulkan menggunakan alat analitik dapat membantu Anda mengetahui apakah halaman arahan, iklan, atau buletin email Anda diklik oleh konsumen.
Sudah Tahu Apa Itu Personalized Marketing, Kan?
Dalam artikel ini Anda telah belajar tentang apa itu pemasaran yang dipersonalisasi. Dengan menerapkan upaya pemasaran tersebut, Anda dapat lebih mudah mendorong konsumen untuk bertransaksi. Padahal, personal marketing bisa membuat konsumen loyal terhadap brand Anda.
Walaupun personalisasi marketing meningkatkan efektivitas promosi, jangan lupa untuk memastikan website Anda selalu siap menampung pelanggan, ya. Setelah pelanggan dimanjakan dengan pengalaman konsumen yang baik, mereka pasti akan lebih puas jika bertransaksi di website yang mudah diakses dan cepat.
Untuk mendukung kebutuhan itu, Anda perlu memilih web hosting yang andal. Nah, Niagahoster bisa menjadi pilihan yang tepat untuk Anda. Karena layanan hosting Niagahoster memiliki waktu aktif 99,9%agar website Anda selalu dapat diakses oleh pelanggan.
Tidak hanya itu, layanan hosting Niagahoster menawarkan banyak fitur unggulan untuk memastikan kualitas website Anda, antara lain:
- Server Perusahaan LiteSpeed untuk memastikan situs web Anda selalu cepat
- Imunify360 yang membantu mencegah serangan malware di situs web
- SSL gratis selamanya untuk mengamankan lalu lintas data antara situs web Anda dan konsumen
- Dukungan pelanggan 24 jam sehari melalui berbagai platform, termasuk live chat dan telepon.
Dengan Rp 10.000/bulan, Anda sudah bisa memanfaatkan semua fiturnya. Jadi, apa yang Anda tunggu? Pilih paket hosting Anda sekarang!
Sumber: Niagahoster




