YTB: Perluas Cara Monetisasi untuk Kreator

0
26
logo ytb
logo ytb

YTB – Youtube: 2018 jadi tahun yang manis getir buat YouTube. Itu yang disiratkan CEO YouTube, Susan Wojcicki dalam surat terbukanya pada beberapa kreator.

Beberapa hal jadi renungan, seperti rapor merah ke beberapa creator nakal yang berefek pada ekosistem YouTube, dan “prestasi” jelek YouTube yang mendapatkan rekor “dislike” paling banyak selama riwayat lewat video YouTube Rewind 2018.

logo ytb
logo ytb

Dalam suratnya, dia menginformasikan konsentrasi YouTube 2019. Diantaranya buka jalan baru buat creator untuk perbanyak pundi-pundi lewat monetisasi.

“Tahun ini, aku mempunyai tiga prioritas, pertama memberi dukungan keberhasilan creator serta artis, ke-2 tingkatkan komunikasi serta engagement, serta ke-3, tingkatkan tanggung jawab kami,” tulisnya.

Satu diantara langkah baru yang dibuka YouTube ialah memperluas service YouTube Music serta YouTube Premium ke 29 negara, dimana awalnya cuma 5 negara. Ini dikerjakan untuk memperluas langkah monetisasi di luar iklan.

Tidak hanya lewat pola iklan, creator dapat juga memperoleh uang lewat service “Super Chat”, “Kanal Membership” (keanggotaan), “Merchandise”, serta penjualan ticket.

Tahun kemarin, YouTube buka akses “Merchandise” untuk semua creator dengan global. Ujung batas jumlahnya subscriber untuk “Membership” di turunkan, dari 100.000 jadi 30.000.

Service Membership merayu konsumen setia untuk mejadi sponsor creator dengan ongkos berlangganan 4,99 dollar AS (seputar Rp 70.000 per bulan. Nanti, konsumen setia berbayar akan mendapatkan content exclusive, lencana unik, serta emoji baru.

Dari bagian creator, YouTube sudah tingkatkan klasifikasi video memakai simbol monetisasi yang akan memudahkan ketetapan monetisasi di tiap video. YouTube mengaku, ketepatan simbol monetisasi bertambah 40 %.

Sebatas info, ada dua simbol monetisasi yang dipakai, yaitu “green dollar sign” (dollar hijau) untuk menandai video yang monetisasinya terbuka buat pengiklan, serta “yellow dollar sign” (dollar kuning) untuk menandai video dengan iklan hanya terbatas.

Simbol monetisasi sudah sempat ramai dirasakan beberapa creator tahun kemarin. Beberapa creator merintih pemirsa mereka menyusut sesudah mendapatkan sinyal dollar kuning.

YouTube buka pintu buat beberapa creator yang ingin ajukan banding bila YouTube salah menarik content mereka.

Lebih responsive

Tahun 2018, YouTube akui lebih responsive pada input. Tanggapan upload di media sosial diklaim bertambah 150 % serta waktu tanggapan bertambah cepat 50 % dibandingkan awalnya.

Bukan sekedar bertemu dengan creator lewat dasar komune serta basis online, dan juga dengan tatap muka lewat acara Fanfest yang sudah berjalan sekitar 480 acara dengan 18.000 lebih creator.

Tahun 2019 ini, YouTube ingin tingkatkan komunikasi serta engagement lewat cara lain. Diantaranya dengan menghasilkan feature “Premiere”. Feature ini sudah dirlis seputar akhir tahun kemarin serta diklaim sudah memberi kepuasan beberapa creator.

 

Dengan “Premier”, beberapa creator dapat berhubungan langsung dengan pemirsa dengan real-time dengan live chat. Satu diantara bukti keberhasilan feature ini ialah video musik “Thank You Next” punya vokalis pop Ariana Grande.

YouTube mengaku waktu video ini diupload 30 November lalu, ada 829.000 pemirsa yang sebatas melihat dan sama-sama berhubungan dengan bertepatan.

“(Perolehan itu) jadikan video itu jadi ‘Premiere’ paling besar yang sempat berada di YouTube”, catat Wojcicki.

Feature YouTube Stories dapat juga digunakan creator yang mempunyai minimum 10.000 subscriber. YouTube menyiapkan tab “Komune” buat kanal yang mempunyai lebih dari 1.000 subscriber.

Lewat tab “Komune”, creator dapat minta input dari pemirsa mengenai video apa yang menarik, mempromokan video favorite atau merchandise, dan tampilkan kutipan video yang baru diunggahnya lewat GIF.

Lebih sigap

YouTube dibanjiri banyak kitikan tahun kemarin, khususnya masalah muatan content. Tahun ini, Wojcicki ingin membuat YouTube lebih sigap menyergap content yang melanggar tips komunitasnya.

YouTube akan menegaskan beberapa ketentuan yang berefek buat creator. Contohnya memberi rambu-rambu umpatan apa yang patut disampaikan di video serta tidak mengganggu saluran iklan.

Waktu lalu, YouTube menginformasikan ketentuan mengenai thumbnail, tautan external mengenai konspirasi, serta larangan video bermuatan prank serta challenge (rintangan) beresiko, seperti “Bird Box Challenge” atau “Tide Pod Challenge”.

Untuk meningkatkan jumlahnya creator sekaligus juga mengedukasi content seperti apa yang yang wajar, YouTube buka beasiswa buat 65 creator dipilih.

“Penerima beasiswa akan meningkatkan content multi-session untuk YouTube, detailnya akan launching nanti,” jelas Wojcicki, dirangkum dari website resmi Google, Kamis (7/2/2019).

YouTube akan meneruskan acara EduCon yang teah diadakan di empat negara tahun kemarin yaitu India, AS, Meksiko, serta Brazil.

EduCon pertama tahun ini akan diadakan di Inggris pada bulan Februari. Di luar semua hambatannya, beberapa perolehan sudah dicapai YouTube.

Wojcicki menyebutkan jumlahnya kanal dengan 1 juta subscriber banyaknya berlipat-lipat di tahun 2018. Sesaat creator yang memperoleh penghasilan lima sampai enam digit (beberapa puluh ribu sampai beberapa ratus ribu dollar AS), naik lebih dari 40 %.

“Selalu beri operan balik, walau kadang-kadang susah untuk di terima, pertanyaan serta komentar Kita akan membuat YouTube selalu jadi basis share video paling baik untuk kita,” pungkas Wojcicki.